Kedua bicara tentang fakta, bukankah fakta pembanding yang meragukan hasil survey yang dilakukan oleh BM juga bisa kita ajukan. Misalkan survey yang dilakukan oleh Hensat melalui Kedai Kopi, misalkan kalau ditanya kepuasan masyarakat Jakarta terhdap Anies yang mencapai 83 %, fakta lain yang bisa jadi pembanding adalah keberadaan Anies diberbagai tempat selalu disambut masyarakat dengan suka cita bahkan ditambahi teriakan Pak Anies Presiden.
Tentu fakta – fakta ini juga tidak bisa dibantah, mungkin orang yang tidak suka Anies akan berkata itu fakta bentukan ( settingan), namun apakah bisa orang sebanyak itu disetting, padahal membuat settingan itu biaya. Apakah Anies punya biaya sebesar itu untuk mensetting masyarakat, konon pemerintah saja butuh dana 90 M melalui APBN untuk membayar buzzer yang bertugas mempublikasi kerja – kerja pemerintah. Jadi agak sukar dinalar kalau kemudian Anies atau relawan Anies mensettingnya.
BACA JUGA: Mengapa Menjadi Relawan Anies?
Lalu apa yang bisa dimaknai? Bagi relawan Anies harus melihatnya sebagai sebuah Informasi biasa tanpa harus ditanggapi secara berlebihan, bapper apalagi sampai gontok – gontokan. Karena memang sejatinya sasaran antara yang diharapkan adalah porak porandanya mental para pendukung Anies.
Para relawan dan pendukung Anies harus melihat secara positif keberanian BM menempatkan Anies pada posisi keterpilihan yang tinggi meski diangka moderat nya menempatkan Anies sebagai cawapres Puan.
BM bukan tidak tahu tingkat elektabilitas Anies yang sangat tinggi dibanding Capres yang lainnya, tapi menempatkan Anies pada posisi presiden akan sangat bertentangan dengan harapan oligarki dan istana, sehingga kita harus memaklumi penempatan Anies sebagai cawapres Puan, karena memang itulah yang paling bisa dilakukan sebagai sisa kejujuran yang dimiliki.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi