Belum ada spekulasi yang muncul apakah sapi 024 milik Anies itu menjadi simbol PDIP sebagai partai berlambang kepala sapi yang harus disembelih. Juga belum ada spekulasi atau interpretasi bahwa sapi itu menjadi lambang Jokowi yang suka menurut kepada kepentingan tertentu. Ibarat pepatah ‘’seperti sapi yang dicucuk hidungnya’’, hanya menurut saja kepada kehendak orang lain tanpa membantah karena bodoh atau karena tidak berdaya untuk melawan.
Momen shalat Idul Adha juga memunculkan banyak simbolisasi politik bagi Anies Baswedan. Dengan melaksanakan shalat di JIS (Jakarta Internasional Stadium) Anies ingin menunjukkan bahwa ia punya ikon baru sebagai simbol keberhasilannya dalam membangun Jakarta. Jelas sekali terlihat bahwa selama ini Anies sangat bangga dengan JIS dan selalu memakainya sebagai venue perhelatan penting.
BACA JUGA: Benteng Oligarki
Secara terbuka Anies membanggakan JIS sebagai sebuah masterpiece, sebuah mahakarya arsitektur olahraga yang belum ada duanya di Indonesia. JIS menjadi simbol perpaduan antara arsitektur modern yang canggih dan arsitektur tradisional yang mengakomodasi simbol-simbol lokal. Anies membanggakan JIS sebagai satu di antara lima stadion terbaik di Asia.
Saat Anies memberi sambutan pada shalat Idul Adha kemarin di latar belakang terbentang gambar sirkuit Formula E di kawasan Ancol. Anies ingin menunjukkan dua produk yang dianggapnya sebagai masterpiece, yaitu JIS dan Sirkuit Formula E. Penyelenggaraan balapan mobil listrik grand prix internasional di Sirkuit Ancol dianggap sebagai sukses besar dan disebut-sebut sebagai pelaksanaan terbaik dari seri Formula E di seluruh dunia.
Tetapi pemilihan JIS sebagai tempat shalat Idul Adha dan munculnya background sirkuit Formula E dalam sambutan Anies tidak luput dari serangan para kritikus Anies. Dengan memilih JIS sebagai lokasi shalat id ketimbang masjid yang punya gaya khas Betawi Anies dianggap tidak punya komitmen yang tulus terhadap budaya Betawi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi