KEMPALAN: PEOPLE power akhirnya menumbangkan rezim yang tidak kompeten mengurus negara. Sri Lanka menjadi contoh mutakhir bagaimana sebuah rezim yang keropos oleh korupsi, kolusi, dan nepotisme akhirnya ambruk oleh amuk massa yang menjelma menjadi people power yang gelombangnya tidak bisa lagi ditahan. Politik dinasti keluarga Rajapaksa akhirnya ambyar dipaksa mundur oleh kekuatan rakyat.
Ribuan rakyat mengepung dan menjarah rumah Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, Sabtu (9/7). Ribuan orang menduduki rumah, menjarah ruang tidur dan ruang dapur, serta mencebur dan berenang di kolam renang. Krisis ekonomi dan politik di Sri Lanka mencapai puncaknya, dan memaksa Presiden Rajapaksa mengundurkan diri. Dalam sebuah pengumuman resmi Rajapaksa menyatakan akan menyerahkan kekuasaan pada 13/7 untuk menenangkan rakyat yang sudah telanjur marah.
Keluarga Rajapaksa menjadi klan politik yang menjadi dinasti yang paling berkuasa di Sri Lanka. Sejak 2010 klan Rajapaksa menguasai Sri Lanka setelah berhasil memadamkan pemberontakan Tamil Nadu yang sudah berlangsung selama 12 tahun. Ketika itu Gotabaya menjadi menteri pertahanan dan kakanya Mahinda Gotabaya menjadi presiden. Saat ini jabatan kakak beradik itu berbalik, Gotabaya menjadi presiden dan Mahinda menjadi perdana menteri.
BACA JUGA: Ibrahim
Kolusi, korupsi, dan nepotisme membuat rakyat marah ketika akhirnya terbukti rezim Rajapaksa gagal mengelola ekonomi. Puluhan ribu orang berdemonstrasi selama beberapa minggu terakhir memrotes salah urus ekonomi yang menyebabkan rakyat kelaparan karena ketiadaan bahan makanan. Seorang demonstran datang ke ibu kota Kolombo dari sebuah daerah pedesaan dengan bersepeda pancal selama 16 jam. Di desanya tidak ada lagi yang bisa dimakan, rakyat kelaparan, dan anak-anak menangis karena tidak ada yang bisa dimakan.
Gotabaya lari meninggalkan istananya sebelum rakyat menyerbu. Sebuah video yang beredar menggambarkan beberapa orang yang diduga ajudan presiden dengan tergesa-gesa melarikan diri dari rumah kepresidenan dengan mendorong 3 kopor besar yang diduga berisi harta benda milik presiden.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi