KEMPALAN: HAJI menjadi ritual untuk menapak tilas perjalanan kehidupan pribadi dan perjalanan religiusitas Nabi Ibrahim. Dalam sejarah agama-agama di dunia Ibrahim dikenal sebagai bapak tauhid yang memperkenalkan motoisme yang menyembah satu tuhan yang tunggal. Ibrahim menjadi bapak yang melahirkan agama-agama langit atau samawi, Yahudi, Nasrani, dan Islam.
Tiga agama itu mempunyai akar monoteisme yang sama yang bersumber kepada Ibrahim. Tetapi, ketiga agama itu justru sampai sekarang tetap terlibat ketegangan dan permusuhan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari titik temu ketiga agama itu, tetapi sampai sekarang berbagai pertikaian yang melibatkan tiga agama itu masih sering terjadi.
Setelah bubarnya Uni Soviet dan munculnya Amerika sebagai entitas superpower tunggal, Samuel Huntington meramalkan bahwa konflik yang terjadi di dunia akan mengalami pergeseran. Kalau sebelumnya konflik terjadi karena benturan ideologi antara kapitalisme vs komunisme, maka menurut ramalan Huntington konflik berikut akan terjadi karena munculnya benturan peradaban.
Huntington tidak menyebut benturan akan terjadi antar-agama. Tetapi, benturan antar-peradaban yang diramal oleh Huntington mau tidak mau melibatkan benturan agama, karena dalam pandangan Huntington peradaban yang bakal berbenturan paling keras adalah peradaban Barat yang Kristen dan Timur yang Islam.
Reza Aslan lebih spesifik menyebut peperangan yang bakal muncul pasca-Perang Dingin adalah ‘’the clash of monotheism’’ benturan antar-agama monoteis yang bersumber pada ajaran Ibrahim. Benturan ini banyak mewarnai konflik di dunia internasional pasca-Perang Dingin.
Bagi umat Islam, Ibarahim adalah bapak tauhid yang mengajarkan konsep mengesakan tuhan sebagai dasar dari seluruh bangunan masyarakat. Ibrahim memberi teladan bagaimana tauhid menjadi pondasi bagi pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan keluarga, dan kemudian kehidupan masyarakat yang lebih luas.
Intelektual Iran Ali Syariati (1933-1977) memberikan tafsir yang sangat khas terhadap kehidupan Ibrahim. Bukunya berjudul ‘’Hajj’’, menjadi salah satu rujukan paling populer bagi banyak kalangan Islam. Meskipun Syariati memberi perspektif Syiah yang kental, tetapi interpretasinya terhadap kehidupan Ibrahim dikutip secara luas dan dianggap sebagai salah satu yang paling otoritatif.
Keluarga menjadi unit terkecil untuk membangun peradaban dunia. Keluarga yang sukses dalam jalan tauhid akan menghasilkan peradaban tauhid. Ibrahim menemukan imannya melalui perjalanan kontemplatif yang sangat panjang dan penuh risiko.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi