Senin, 11 Mei 2026, pukul : 23:26 WIB
Surabaya
--°C

Pelaku Pembunuhan Shinzo Abe Akui Punya Dendam Pribadi

Tetsuya Yamagami-SindoNews

TOKYO-KEMPALAN: Pelaku pembunuhan Mantan Perdana Menteri Jepang yaitu Shinzo Abe akhirnya mengakui bahwa dirinya memang memiliki dendam pribadi.

Dalam pengakuannya, pelaku pembunuhan yang bernama Tetsuya Yamagami (41) mengaku bahwa ia memiliki dendam terhadap sebuah organisasi dimana Abe terlibat didalamnya.

Pihak Polisi kawasan Nara tidak mengetahui secara pasti organisasi yang dimaksud—tetapi masih akan terus diselidiki untuk memperjelas kasus.

Namun berdasarkan klaim dari media-media Jepang yang ada, disebutkan bahwa organisasi yang dimaksud merupakan organisasi agama.

Yamagami—dilihat dari foto yang beredar sedang membawa sebuah senjata rakitan.

Pada saat itu, Abe sedang melakukan pidato kampanye untuk pemilihan yang akan dilaksanakan pada Minggu (10/2).

Lalu, pelaku menembak sebanyak dua kali ke Abe—tepat di dada.

Abe sempat dibawa ke Rumah Sakit terdekat—namun tepat pada jam 5.03 waktu setempat, secara resmi dideklarasikan meninggal setelah dikabarkan menerima lebih dari 100 transfusi darah.

Berdasarkan investigasi sementara juga, disebutkan bahwa pelaku sempat menjadi Pasukan Pertahanan Maritim Jepang selama 2002-2005.

Kemudian juga disebutkan bahwa pelaku mengetahui keberadaan Shinzo Abe karena mencarinya dari berita-berita online yang ada.

Tragedi penembakan Shinzo Abe menjadi sebuah kejutan bagi Jepang—karena negara tersebut memiliki peraturan yang sangat ketati terkait kepemilikan senjata—bahkan pembunuhan menggunakan senjata pun dianggap tidak akan mungkin terjadi.

Menanggapi tragedi tersebut, Presiden AS yaitu Joe Biden—yang memiliki kedekatan secara personal mengucapkan belasungkawanya.

“Saya terkejut, marah, dan sangat sedih dengan adanya berita bahwa kawan saya—Shinzo Abe yang merupakan mantan Perdana Menteri Jepang telah ditembak dan terbunuh ketika berkampanye” ucap Biden dalam pernyataannya.

“Ini merupakan sebuah tragedi besar bagi Jepang—dan bahkan dunia internasional. Ia merupakan tokoh yang menjadikan hubungan bilateral kami semakin dekat” ucap tambahnya.

Shinzo Abe sempat menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang selama dua periode lamanya hingga pada tahun 2020, ia mengundurkan diri karena masalah kesehatan.

Namun, ia masih menjadi tokoh politik sentral di Jepang—hingga pada akhirnya dibunuh.

Selamat Jalan dan Terima Kasih, Abe.

 

(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.