Rabu, 3 Juni 2026, pukul : 22:32 WIB
Surabaya
--°C

KH Syukron Ma’mun Bakal Jadi Khatib Shalat Idul Adha di JIS

JAKARTA—KEMPALAN: Pemprov DKI Jakarta akan menggelar shalat Idul Adha 1443 Hijriyah pada Minggu pagi, 10 Juli 2022, di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara. Gubernur DKI Anies Baswedan bakal turut menunaikan shalat Idul Adha di JIS.

Rencananya, pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan, KH Syukron Ma’mun, akan menjadi khatib dalam shalat Idul Adha di salah satu stadion nan megah berstandar internasional itu.

Kiai Syukron Ma’mun lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur, 21 Desember 1941. Selain sebagai pimpinan Ponpes Daarul Rahman, Kiai Syukron juga mengela dua pondok lainnya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ponpes Daarul Rahman, sebagaimana dilansir kemenag.go.id, memiliki tiga area pendidikan dan ponpes. Di Jagakarsa, menempati lahan seluas 3 hektare lebih. Sedangkan dua ponpes berada di Kabupaten Bogor, yakni Parung seluas 3 hektare dan Leuwliang 4 hektare.

Lulusan pondok asuhan Kiai Syukron telah menyebar sedikitnya ke sembilan negara, di antaranya China, Moskow, Rusia, dan Mesir. Selain untuk melanjutkan pendidikan, mereka juga ada yang bekerja di luar negeri.

BACA JUGA  Satu Rumah, Tiga Matra Garuda: Jejak Emas Keluarga Atlet Mukti Wibowo Mengguncang Asia

Pada saat kunjungan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ke pondoknya, Kia Syukron berkelakar di Moskow, ada santri yang tengah belajar pesawat tempur.

“Kadang kita juga tidak menyangka karena di pondok kita hanya ajarkan Fathul Qarib,” kelakarnya.

Kiai Syukron lahir di lingkungan pendidikan agama yang sangat kuat, dari kakek, ayah (keluarga besarnya), semuanya seorang kiai.

Sedangkan ibunya juga dikenal sebagai seorang guru mengaji Al-Qur’an, guru kitab kuning. Ayahnya bernama KH Ma’mun Nawawi dan ibunya bernama Hj. Masturoh.

Kiai Syukron menikah dengan Hj. Afifah binti KH. Noer Salim, juga aktif mengajar di majelis-majelis ta’lim, setelah lulus dari IAIN Syarif Hidayatullah. Dari pernikahan tersebut, Kia Syukron dikaruniai beberapa putera dan puteri, namanya Zainal Ridho, Muhammad Faiz, Qonita Luthfiah, Farouq.

Kiai Syukron kecil mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) dan Madrasah “Miftahul Ulum”. Ketika SMP, pernah diangkat menjadi pegawai negeri sebagai guru SD/SR. Tetapi karena setelah lulus SMP langsung ke Ponpes Sidogiri, Pasuruan, maka Kiai Syukron tidak melaksanakan tugas tersebut.

BACA JUGA  UAS UNESA 2025-2026

Selanjutnya, Kiai Syukron nyantri ke Pesantren Gontor Ponorogo kurang lebih enam tahun. Di pesantren ini juga mendalami pendidikan agama Tsanawiyah dan Aliyah. Pendidikan di Gontor Ponorogo diselesaikan dengan tamat di Kulliatul Mu’allimin.

Setelah itu, Kiai Syukron melanjutkan pendidikan di IPD (Institut Pendidikan Daarussalaam) Gontor yang kemudian berubah menjadi ISID (Institut Studi Islam Daarussalaam).

Ada sederatan nama guru-guru Kiai Syukron sewaktu belajar menuntut ilmu, antara lain KH Cholil Nawawi, KH. Sadoellah Nawawi, KH. Kholil Nawawi, KH. Imam Zarkasyi.

Kiai Syukron tercatat pernah menjadi ketua cabang IPNU, ketua umum LDNU ( Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama), wakil ketua Robitotul Ma’ahid al-Islamiyah, memimpin Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) dari 2016 hingga 2021, serta bergiat di Dewan Syuro Majelis Ilmu dan Dakwah Ahlusunnah Waljamaah (MAIDAH). (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.