Jumat, 17 April 2026, pukul : 15:59 WIB
Surabaya
--°C

Surabaya Kembali Juara Umum Porprov, Hoslih: Berkat Dukungan Wali Kota dan Kebersamaan Semua Pihak

SURABAYA-KEMPALAN: Ketua Umum KONI Kota Surabaya Hoslih Abdullah mengaku bersyukur atas keberhasilan Kontingen Surabaya meraih gelar juara umum di Porprov VII Jatim 2022. Menurutnya, ini merupakan gelar juara umum ketujuh yang diraih Kota Pahlawan secara berturut-turut sejak Porprov I hingga Porprov VII.

“Alhamdulillah, hasil ini sesuai dengan target yang dicanangkan Bapak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yaitu meraih 130 medali emas di Porprov VII Jatim 2022. Berarti ada peningkatan di banding Porprov VI Jatim 2019, karena waktu itu Surabaya hanya meraih 113 medali emas,” kata Hoslih Abdullah ketika ditemui di KONI Surabaya, Rabu (6/7) siang.

Adapun hasil lengkapnya, pada Porprov VII Jatim 2022 kontingen Kota Surabaya meraih 130 medali emas, 99 medali perak, dan 125 medali perunggu. Sedang pada Porprov VI 2019, Kota Surabaya meraih 113 medali emas, 89 medali perak, dan 78 medali perunggu.

Sehingga, lanjut Hoslih, secara keseluruhan ada peningkatan jumlah medali yang diraih kontingen Kota Surabaya, baik perolehan medali emas, medali perak, maupun perunggu. “Ini tentunya merupakan hasil yang luar biasa dan dari hasil perjuangan yang luar biasa pula,” kata pria yang akrab disapa Cak Dullah ini.

Untuk itu, Hoslih mengucapkan banyak terima kasih kepada Pengkot Cabor, atlet, dan pelatih yang telah menyumbangkan medali untuk kontingen Kota Surabaya pada Porprov VII 2022. Khususnya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Kepala Disbudporapar Kota Surabaya Wiwiek Widayati beserta jajarannya yang telah banyak memberikan dukungan, baik materiil, moril, maupun spiritual.

“Termasuk para camat dan OPD di lingkungan Pemkot Surabaya yang telah hadir untuk memberi support saat para atlet sedang bertanding di Porprov,” ujar Hoslih.

Hoslih menyebut bahwa penambahan perolehan medali tersebut karena adanya penambahan cabor yang dipertandingkan pada Porprov VII 2022. Sehingga, wajar kalau perolehan medali kontingen Kota Surabaya juga ikut terkerek naik.

Kendati demikian, Hoslih meminta kepada cabor, atlet, atau pelatih yang telah menyumbangkan medali untuk tidak berpuas diri. Sebab, Porprov VIII akan digelar tahun 2023. “Jadi, setelah ini harus kembali mempersiapkan diri, kembali harus berlatih keras,” katanya.

Sedang bagi cabor yang prestasinya menurun, nantinya akan dilakukan evaluasi. Sehingga, pada Porprov berikutnya diharapkan bisa meraih hasil lebih baik.

Menghadapi Porprov VII 2023 yang akan digelar di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten dan Kota Mojokerto, serta Kabupaten Jombang, Hoslih akan meminta kepada Wali Kota Eri Cahyadi agar memberikan dukungan kembali, khususnya terkait sarana dan prasarana untuk latihan.

Bahkan, ia mengusulkan agar untuk cabor bela diri dipusatkan di satu tempat latihan atau latihan terpusat terkendali, misalnya di Gelanggang Remaja atau tempat lainnya yang fasilitasnya lengkap atau terpenuhi. Pasalnya, cabor bela diri merupakan penyumbang medali terbanyak di Porprov VII 2022 selain ada beberapa cabor lainnya.

Latihan terpusat terkendali ini, kata Hoslih, mengacu dari persiapan Porprov 2022. Saat itu, cabor taekwondo, kempo, dan Jujitsu ditampung berlatih di Aula Pusura. Ternyata hasilnya cukup bagus. Di Porprov 2022 semuanya menyumbangkan medali emas.

“Kalau di KONI Kota Surabaya kan ada sekitar 12 cabor bela diri yang ikut Porprov. Kalau mereka ditampung di satu tempat latihan dengan sarana dan prasarana yang memadai, saya yakin hasilnya akan lebih maksimal,” kata Hoslih, optimistis.

Hoslih juga mengapresiasi rencana wali kota mengundang para atlet dan pelatih peraih medali dalam acara welcome dinner di halaman Balai Kota. Dia berharap pada acara tersebut juga diumumkan kapan pemberian reward dilakukan.

“Harapan saya pemberian reward segera dilakukan. Dengan demikian, para atlet dan pelatih bisa segera menikmati hasil dari perjuangannya. Jangan sampai keringat hilang, reward belum diserahkan,” harapnya.

Seperti disampaikan Kadisbudporapar Kota Surabaya Wiwiek Widayati di acara penutupan Porprov VII 2022, rencananya para peraih medali emas akan diganjar reward sebesar Rp 32 juta per medali. Sedang untuk peraih medali perak dan perunggu belum diumumkan besarannya karena masih dihitung.

Pada kesempatan ini, Hoslih juga mengucapkan selamat kepada beberapa daerah yang meraih prestasi lebih bagus dibanding Porprov sebelumnya. Seperti Kota Malang yang pada Porprov VII 2022 berhasil menyodok ke posisi kedua dengan raihan 70 medali emas, 67 medali perak, dan 72 perunggu.

Padahal, pada Porprov VI 2019, Kota Malang berada di urutan keempat dengan meraih 40 medali emas, 49 perak, dan 49 perunggu. Sebaliknya Kota Kediri yang pada Porprov VI di ranking kedua, kali ini di Porprov VII melorot ke posisi keempat, meraih 57 medali emas, 27 perak, dan 53 perunggu.

Yang dinilai luar biasa justru Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Jember. Bangkalan yang pada Porprov VI 2019 berada di urutan buncit dan hanya meraih 1 medali perunggu, pada Porprov VII 2022 meloncat ke urutan 14 dengan raihan 16 medali emas, 12 medali perak, dan 25 perunggu.

Sementara Kabupaten Jember yang pada Porprov VI 2019 berada di urutan 24, kali ini menyodok ke urutan 9 dengan raihan 20 medali emas, 16 medali perak, dan 27 perunggu.

“Meskipun demikian, perolehan medali emas mereka masih terpaut jauh dengan Kota Surabaya sebagai juara umum. Padahal mereka menggunakan dana hibah sedangkan kita tidak,” pungkas Hoslih Abdullah. (Dwi Arifi

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.