Krisis belum menunjukkan tanda-tanda akan reda. Bahkan lebih mengisyaratkan bakal berkepanjangan. Kalau itu terjadi, mungkin kita tidak akan mudah bepergian dengan pesawat terbang. Sebab, situasi selanjutnya yang akan terjadi, mungkin uang masih ada, tapi barang yang mau dibeli tidak ada.
BACA JUGA: In Memoriam Rima Melati: Artis dengan Pergaulan dari Presiden hingga Pelayan Resto
Di Amerika, dampak krisis global itu sudah buruk. Warga gampang ngamuk. Beberapa kejadian penembakan warga atas warga yang lain tanpa alasan jelas. Pemerintah yang hendak mengubah UU untuk membatasi penggunaan senjata oleh warga ditolak oleh Mahkamah Agung. Lembaga Hukum tertinggi di AS menganggap hak warga untuk melindungi dirinya dengan memiliki senjata.
Seminar Kebangsaan Syarikat Islam
Selesai acara “Kopi Susi” saya pamit untuk menghadiri Seminar Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Syarikat Islam dengan tema “Demokrasi dan Keadilan Sosial”. Acara yang berlangsung di markas SI di Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, menampilkan pembicara Rocky Gerung, Syahganda Nainggolan, Djumhur Hidayat, Hamdan Zulva, Prof. Siti Zuhro dengan moderator Ferry Juliantono. Tampil juga Anwar Fuady sebagai pembicara tamu.

Ketika saya menyebut seminar itu, Susi tampak tertarik. Dia pun bersedia saya ajak bergabung di sana. Dalam hati, ini kesempatan menguji popularitasnya, di luar pemujanya. Sekalian menguji tesis hidup berhemat di depan audiens yang lebih kritis. Berhasil. Hampir seluruh peserta seminar menyambut dan mengelu-elukannya. Ferry Juliantono yang menjadi moderator mendaulatnya berbicara.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi