Acara talkshow dipandu seorang relawan yang lebih menyajikan acara tanya jawab. Susi yang menjawab sekitar 10 pertanyaan yang diajukan menunjukkan penguasaan mantan Menteri KKP itu atas berbagai problem bangsa. Tapi Susi lebih memanfaatkan kesempatan untuk mengajak semua masyarakat mengantisipasi dampak krisis energi dan pangan secara global.
“Kita semua harus berhemat. Hanya belanja bahan produksi bangsa sendiri. Hindari sekuat tenaga membelanjakan uang kita untuk produk impor. Dunia sekarang mengalami kesulitan energi dan pangan, ” papar Susi.
BACA JUGA: Glembuk Jokowi vs Emak Banteng
Pengaruh krisis itu menurut Susi sudah kita rasakan beberapa bulan terakhir di Tanah Air. Harga-harga kebutuhan pokok masyarakat mengalami lonjakan sekitar 72%. Sudah banyak warga yang tidak bisa beli cabe, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya karena harganya melonjak. Kurs dolar akhir minggu sudah tembus Rp.15.000/1 USD. Itupun karena pemerintah mengintervensi pasar. Kalau tidak, bisa menyentuh Rp 20.000. Dan, itu akan terus naik.
Harga avtur pesawat juga naiknya gila-gilaan. Kenaikan itu menpengaruhi kenaikan harga tiket pesawat. Di Amerika, masih cerita Susi, banyak maskapai penerbangan yang sudah tidak sanggup beroperasi. Terhadap penumpang yang sudah membeli tiket penerbangan jauh-jauh hari, akhirnya dibujuk supaya membatalkan terbang dengan kompensasi pengembalian uang 150%.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi