Membangun pasar dan memproduksi dengan dimulai dari tetangga dan kelompok terdekat adalah sebuah keniscayaan.
Tentu saja tidak bisa itu dijalankan dengan sendiri – sendiri, harus ada kesediaan untuk saling berhimpun dan saling membantu. Sehingga satu sama lain ada keterikatan dan perasaan saling percaya dan bersama. Bukankah kebenaran yang tak terorganisir akan mudah dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir.
Ada baiknya juga kita melihat bagaimana HOS Tjokroaminoto mengubah nama Syarikat Dagang Islam menjadi Syarikat Islam tahun 1912.
BACA JUGA: Dampak Rekomendasi Nasdem, Akankah Megawati Tunduk kepada Jokowi
Tujuan dari perubahan itu untuk memperluas pasar dan pergerakan, sehingga cakupannya tidak hanya terbatas pada golongan pedagang, tapi keseluruh rakyat Indonesia.
Selain tujuan perluasan pasar dan cakupan pergerakan, Syarikat Islam juga bertujuan untuk mengembangkan jiwa dagang dan kesejahteraan masyarakat pribumi, mengembangkan pendidikan dan pengajaran bagi masyarakat pribumi, memperbaiki citra Islam dikalangan masyarakat luas, membantu kesulitan yang dialami oleh rakyat terutama para anggotanya dan mengembangkan eksistensi agama Islam di Indonesia.
Perjuangan Syarikat Islam yang membumi dan menjawab persoalan yang dihadapi rakyat menjadikan Syarikat Islam mendapatkan simpati yang cukup luas dari masyarakat Indonesia.
Sudah saatnya bagi siapapun yang peduli dan cinta NKRI untuk bersama sama terlibat memulai memutus mata rantai oligarki. Hadir membantu menyelesaikan persoalan rakyat dengan memproduksi dan membangun pasar bersama rakyat.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi