Minggu, 19 April 2026, pukul : 03:16 WIB
Surabaya
--°C

Ganyang Malaysia

Setelah meninggalkan negara-negara koloninya di Asia Tenggara, Inggris masih ingin menancapkan pengaruhnya dengan membentuk negara federasi yang disebut sebagai ‘’Persekutuan Tanah Melayu’’ dengan menggabungkan wilayah-wilayah yang mempunyai penduduk rumpun Melayu. Persekutuan ini mencakup wilayah Singapura yang ketika itu menjadi bagian dari Malaysia.

Presiden Indonesia Sukarno menganggap pembentukan federasi itu sebagai bagian dari proyek neo-kolonialisme yang sering disebutnya sebagai nekolim. Dengan tegas Bung Karno menolak pembentukan federasi itu dan mengumumkan gerakan perlawanan terhadap Malaysia yang disebutnya sebagai ‘’konfrontasi’’.

BACA JUGA: Uduk Babi

Malaysia merespons gerakan konfrontasi ini dengan keras. Muncul demonstrasi besar anti-Indonesia di Kuala Lumpur. Beberapa demonstran merusak bendera Indonesia dan membuat Bung Karno sangat marah. Bung Karno kemudian membalas dengan pidato berapi-api yang kemudian mempopulerkan semboyan ‘’Ganyang Malaysia’’ yang sampai sekarang masih sering dikutip.

Bung Karno terkenal dengan kemampuan orasinya yang hebat dan banyak sekali melahirkan jargon-jargon yang menjadi ikon pada zamannya. Ganyang berasal dari bahasa Jawa yang berarti memakan mentah-mentah tanpa dimasak. Dengan mengganyang Malaysia Bung Karno ingin menunjukkan superioritas dan kematangan Indonesia dan menunjukkan bahwa Malaysia masih mentah.

Dalam pidato yang berapi-api, Bung Karno mengatakan, ‘’Kalau kita lapar itu biasa, kalau kita malu juga biasa. Namun, kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, itu kurang ajar. Kerahkan pasukan ke Kalimantan, kita hajar cecunguk Malaysia itu’’.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.