Ironisnya, Mahathir sering dijuluki sebagai ‘’The Little Sukarno’’ oleh media asing karena Mahathir mempunyai kebijakan yang nasionalistis dan chauvinistis. Dalam banyak kesempatan Mahathir tidak takut mengekspresikan sikap kritisnya terhadap Eropa dan Amerika. Ketika wilayah Asia Tenggara diterjang krisis moneter pada 1998 yang nyaris membuat bangkrut, Mahathir dengan tegas menolak bantuan IMF (Dana Moneter Internasional).
Mahathir secara implisit menyebut ‘’Go to Hell with Your Aids’’ sebuah ungkapan yang disampaikan oleh Bung Karno ketika menolak bantuan ekonomi dari negara-negara Eropa yang disebutnya sebagai negara-negara nekolim.
BACA JUGA: Sandal Jepit
Indonesia menerima bantuan dari IMF dan Presiden Soeharto menandatangani pakta dengan Michel Camdesuss, presiden IMF. Presiden Soeharto menandatangani pakta bantuan dan Camdessuss berdiri sambil bersidekap tangan. Imej itu menunjukkan kekalahan Indonesia terhadap kekuasaan asing.
Mahathir menolak paket bantuan dari IMF dan terbukti Malaysia bisa lebih cepat pulih dibanding Indonesia. Krisis ekonomi di Indonesia merantak menjadi krisis politik yang berujung pada kejatuhan Presiden Soeharto. Malaysia bisa menyelesaikan krisis ekonomi dan Mahathir bisa selamat dengan kekuasaannya.
Mahathir Mohammad terbukti sebagai politisi yang teguh dan penuh pengalaman. Pernyataan klaimnya terhadap Kepulauan Riau tidak boleh dianggap sepele. Indonesia harus serius menanggapinya. Publik dan netizen banyak yang berang terhadap Mahathir dan menyerbu akun resmi medsos Mahathir.
Ada netizen yang menghujat dengan menyebut Mahathir ‘’Pak Tua’’. Ada juga yang mengungkit jargon lama ‘’Ganyang Malaysia!’’. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi