Menteri Luar Negeri Soebandrio mendukung gerakan konfrontasi itu dengan mengirim pasukan ke Kalimantan. Konfrontasi berlangsung panjang sampai 1966. Ketika itu kekuasaan Bung Karno sudah semakin lemah setelah peristiwa penculikan jenderal TNI yang dikenal sebagai gerakan 30 September. Secara diam-diam TNI mengirim misi perdamaian ke Malaysia untuk mengakhiri konfrontasi.
Negara federal Malaysia secara resmi berdiri pada 1963 dan Singapura menjadi bagian dari Malaysia. Tetapi pada 1965 Singapura memisahkan diri menjadi negara merdeka tersendiri. Brunei juga akhirnya lepas dari Malaysia menjadi negara merdeka pada 1984.
BACA JUGA: Imam Mahdi
Konfrontasi selesai, tapi rebutan perbatasan masih sering terjadi. Saling klaim kedua negara sering memunculkan pertikaian diplomatik. Pernyataan Mahathir Mohammad yang mengklaim bahwa Kepulauan Riau adalah bagian dari Malaysia menjadi bukti bahwa sisa-sisa pertikaian itu masih belum benar-benar sirna, dan setiap saat bisa saja muncul menjadi konflik baru.
Dalam sebuah pertemuan di Selangor yang diselenggarakan oleh organisasi non-pemerintah ‘’Kongres Survival Melayu’’ dengan tajuk ‘’Aku Melayu, Survival Bermula’’ Mahathir mengatakan bahwa Kepualauam Riau adalah wilayah Malaysia karena bagian dari Tanah Melayu. Mahathir juga menyebut Pulau Batu Puteh yang sekarang menjadi wilayah Singapura sebagai wilayah Malaysia.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi