Reshuflle Kabinet Rabu ( Rabu/15/) mengantarkan Zulhas dan Hadi Tjahjanto, mantan Panglima TNI masuk kabinet. Hadi Tjahjanto menjadi Menteri ATR / BPN, menggantikan Sofyan Djalil. Lutfi dan Sofyan boleh dibilang “anak yatim” kabinet karena tidak berpartai. Dengan begitu dengan mudah digusur.
Jokowi gagal
Reshuffle kemarin banyak mendapat kritik keras dari para pengamat. Jokowi dinilai gagal mewujudkan tekadnya sendiri yang pernah disampaikan berulangkali. Sepekan sebelum reshuffle kita menyimak pernyataan Sekretaris Negara Pratikno yang mengatakan reshuffle diperlukan untuk menghadapi tantangan ekonomi global ke depan.
Tanpa dijelaskan pun rakyat sudah lebih dulu merasakan dan bahkan menjerit-jerit karena lonjakan harga bahan kebutuhan pokok setahun berselang. Minyak goreng apalagi. Selain harganya melonjak gila – gilaan, barangnya pun hilang di pasar dimainkan mafia. Berbulan- bulan media memberitakan perburuan minyak goreng oleh ibu- ibu rumah tangga di seluruh Indonesia. Media- media dipenuhi foto dan video antrean panjang mengular hingga merenggut dua korban tewas.
Menurut catatan, sekurangnya sudah tiga sampai empat kali Presiden Jokowi mengutarakan kejengkelan atas kinerja para pembantunya. Wabil khusus menteri- menteri yang menghabiskan devisa negara karena mengimpor barang- barang kebutuhan yang sebenarnya sudah diproduksi di dalam negeri. Keluhan Jokowi mengonfirmasi kebenaran fakta di lapangan. Itulah yang memberi secercah harapan akan ada perbaikan keadaan dengan reshuffle .
Dalam artikel ” Semua Mau Jadi Presiden ” ( 6 Juni 2022) saya menulis, sudah benar langkah Presiden Jokowi mengambil opsi reshuffle dua tahun sebelum lengser. Demi memperbaiki kinerja kabinet yang beberapa waktu ini berjalan ugal-ugalan seperti dituduhkan para pengamat.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi