KEMPALAN: Surabaya dengan segala pernak pernik yang ada menunjukkan betapa geliat pembangunan dan pelayanan terus bergerak. Sehingga diharapkan dengan gerak pembangunan dan layanan yang ada, masyarakat Surabaya merasakan manfaat dalam menjalani kehidupannya.
Hal itu sejalan dengan tekad walikota Eri Cahyadi yang ingin membawa kota Surabaya menjadi kota global dunia yang maju, humanis dan berkelanjutan dengan semangat gotong royong.
Semangat walikota ini menunjukkan bahwa Surabaya tidak bisa lagi seperti sekarang ini, Surabaya harus lebih meningkatkan lagi kualitas layanannya sejajar dengan kota – kota maju didunia, sehingga kota Surabaya akan menjadi kota terstandar dunia dalam layanan dan pembangunan yang memanusiakan warganya.
Eri Cahyadi tentu paham betul bahwa menggerakkan pembangunan dan layanan yang memanusiakan warganya tentu tidak bisa dilakukan sendirian, dibutuhkan kolaborasi dan gotong royong semua aparaturnya mulai dari kepala OPD, Camat, Lurah, RW sampai dengan RT. Dibutuhkan keaktifan dan kreatifitas layanan dalam melayani masyarakat sesuai dengan kearifan lokal masing masing tempat.
Tentu ini tidaklah mudah ditengah budaya kerja yang masih belum berubah, budaya kerja menunggu perintah “top down“, utamanya mereka yang berada dibawah kendali langsung Walikota, mulai dari OPD sampai dengan lurah.
BACA JUGA: Pasar Turi di Tangan Eri Cahyadi
Surabaya naik kelas dimaksudkan sebagai sebuah upaya untuk mendorong semua aparatur pemerintah kota agar bisa berkreasi menjadikan Surabaya sebagai kota yang standar layanannya tidak lagi hanya sekelas yang selama ini dilakukan, hanya sejajar dengan kota – kota yang ada di Jawa Timur atau di Indonesia.
Kalau hanya dibandingkan dengan kota – kota di Jatim dan Indonesia saya kira Surabaya sudah selesai dan ini berarti bahwa aparatur yang ada hanya menjalankan pekerjaan – pekerjaan rutin melanjutkan tradisi yang ada dan tentu tidak butuh effort yang besar dan biaya yang besar. Karena bersifat melanjutkan kerja – kerja yang sudah ada. Lebih tegas lagi bahwa walikota dan aparaturnya saat ini tidak melakukan apa apa kecuali hanya melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh pendahulunya. Tidak ada monumen karya yang layak dibanggakan oleh Eri Cahyadi dan aparaturnya selama memimpin Surabaya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi