Persepsi tentang hal itu semua tentu tidak semua benar, sudah banyak hal yang dilakukan oleh Eri Cahyadi dan para aparaturnya dalam menjalankan layanan dan menggerakkan pembangunan. Ini menjadi sebuah tantangan bagi Eri dan seluruh aparaturnya.
Hal yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kelas Surabaya sejajar dengan kota – kota dunia atau setidaknya dengan kota – kota di Asia atau Asia Tenggara ditengah program pembangunan dan layanan yang sedang dijalankan.
Tantangan naik kelas oleh walikota Eri Cahyadi kepada para aparaturnya tentu akan menjadi sebuah karya monumental besar yang membedakan walikota Eri dan jajarannya dengan walikota sebelumnya, sehingga Eri akan dikenal oleh warganya sebagai walikota Surabaya yang tidak hanya meneruskan program walikota sebelumnya, tapi juga menambah dan meningkatkan nilai dari program – program sebelumnya.
BACA JUGA: Surabaya Milik Kita, Ayo Kita Bantu Walikota
Langkah Eri sejatinya sudah tepat dengan membentuk tim percepatan pembangunan kota Surabaya yang saat ini sedang membantu para kepala OPD, camat dan lurah menyiapkan program – program pembangunan dan layanan, tapi ini butuh penegasan bahwa capaian yang ingin diraih adalah Surabaya naik kelas sejajar dengan kota – kota dunia atau Asia, misalkan Surabaya sejajar dengan Singapur, atau kota – kota di Australia yang menjadi rujukan layanan.
Tim percepatan pembangunan kota Surabaya sudah melakukan kajian dan membuat definisi serta indikator capaian dengan merujuk pada standar standar dunia yang berlaku dan sudah dijalankan oleh berbagai kota kota didunia. Tinggal yang belum adalah mengharmonisasi program – program OPD, Camat dan Lurah menuju layanan yang naik kelas tersebut.
Sebagai contoh yang gampang adalah dalam upaya perlindungan anak. Kota Surabaya sudah selesai menjadi kota layak anak bila disandingkan dengan kota – kota di Jatim atau kota – kota di Indonesia. Dengan predikat kota layak anak tingkat paling tinggi dan sudah berkali-kali, apalagi yang harus dikerjakan oleh Surabaya? Tentu tidak ada lagi, sehingga dikuatirkan kualitas layanan akan menurun, karena tidak adanya tantangan dalam perlindungan anak.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi