Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 16:39 WIB
Surabaya
--°C

Eks Ketua KY: Kampanye Ketakutan Kembali Digunakan untuk Menjegal Anies

JAKARTA–KEMPALAN: Mantan Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari menyesalkan tindakan menghalalkan segala cara yang dilakukan oleh lawan-lawan politik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Setelah adanya deklarasi dukungan FPI Reborn pada Senin lalu, 6 Juni 2022, di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, kemarin Rabu, 8 Juni 2022 giliran sekelompok orang yang mengaku eks FPI, HTI, dan narapidana kasus terorisme mengatasnamakan Majelis Sang Presiden melakukan hal serupa.

Namun hampir bisa dipastikan bahwa orang-orang tersebut hanya mencatut nama FPI dan HTI. Karena pihak-pihak yang dulu aktif di kedua organisasi tersebut telah membantah melakukan deklarasi bahkan tidak mengenal orang-orang yang melakukan deklarasi tersebut.

“Kampanye menjual ketakutan (fear mongering) kembali digunakan utk menjegal Anies. Seperti: ‘Anies akan menjadikan Indonesia sbg Suriah karena didukung oleh FPI dan HTI.’ Lalu, muncul FPI dan HTI gadungan. Taktik menghalalkan segala cara yg pernah dipake komunis dan fasis,” jelasnya dikutip dari akun Twitternya, @AidulFa, Kamis, 9 Juni 2022.

Sorotan yang sama disampaikan Juru Bicara Partai Umat, Mustofa Nahra Wardaya.

“Dulu, Anies difitnah mau jadikan DKI sebagai Suriah. Ternyata malah jadi Gubernur DKI. Sekarang mau dibikin ribet lagi. Kelompok yang dianggap garis keras, disetting pada deklarasi mendukung Anies. Dibayari. Diongkosi. Pada ngira, rakyat bawah akan mudah dikelabuhi lagi,” ungkap Mustofa lewat akun Twitter-nya, @MNW_MNW_MNW.

Setelah FPI dan HTI, dia mensinyalir boleh jadi akan ada kelompok massa mengatasnamakan mantan aktivis Negara Islam Islam juga akan mendeklarasikan dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Saya rasa, deklarator berikutnya adalah: NII,” cuitnya.

Karena itu, lewat flayer yang dibagikannya dia mengingatkan masyarakat untuk tidak buru-buru menghadiri kalau ada undangan deklarasi Anies Baswedan. Karena saat ini

“Misteri undangan deklarasi Anies. Banyak undangan dukung Anies Baswedan. Awas. Kenalilah pengundangnya. Jangan buru-buru hadir. Sekarang lagi musim deklarasi palsu atas nama khilafah, HTI, FPI dan mungkin nanti ada ISIS segala,” katanya mengingatkan.

Diberitakan sebelumnya, sekelompok orang mengatasnamakan Majelis Sang Presiden mengaku para aktivis eks anggota Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), hingga narapidana kasus terorisme alias napiter mendeklarasikan dukungan kepada Anies di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu 8 Juni 2022.

Namun deklarasi sempat ricuh. Karena Ketua Umum Ormas Pengacara dan Jawara Bela Umat (Pejabat) Ustadz Eka Jaya yang hadir dalam acara tersebut memprotes dengan keberadaan bendera Tauhid di panggung acara. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.