KYIV-KEMPALAN: Juri di Ukraina mengatakan bahwa pihaknya mengidentifikasi 600 kejahatan perang Rusia dan telah memulai pengadilan kepada 80 kasus.
Juri Umum Ukraina yaitu Iryna Venediktova mengatakan di Konferensi Pers bahwa daftar kasus tersebut meliputi adanya kasus yang melibatkan petinggi militer, politikus dan propaganda Rusia.
Ia juga menyebutkan bahwa hampir 200-300 kasus kejahatan perang menanbah setiap harinya.
Dalam penyelidikannya, Juri Ukraina dibantu oleh kelompok yang terdiri dari Mahkamah Pidana Internasional dan dibantu oleh tim asal Lithuania serta Polandia dengan tujuan untuk memudahkan adanya pertukaran informasi.
Selain itu, Estonia, Latvia dan Slovakia dikabarkan akan bergabung pada kelompok penelitian tersebut.
Venediktova menyebutkan bahwa dukungan internasional menjadi sangat penting bagi Ukraina untuk segera menyelesaikan investigasi kemungkinan kejahatan perang oleh Rusia.
“Kami harus mengumpulkan dan melindungi semuanya—bukti yang dapat berguna untuk pengadilan” ucapnya.
Dalam penjelasannya, ia menyebutkan bahwa kasus terbanyak terjadi di kawasan Donbas—yang hingga saat ini masih menjadi tempat pertempuran.
Pihak Ukraina memang tidak memiliki akses secara langsung ke daerah tersebut—namun dikatakan mereka mengumpulkan data melalui wawancara dari warga sipil dan tahanan perang.
Untuk dapat membuktikan Rusia melakukan kejahatan perang, waktu yang dibutuhkan akan sangat panjang hingga bertahun-tahun.
Hal tersebut terjadi karena penyelidikan dan pembuktian akan sangat kompleks dan melibatkan banyak pihak serta lainnya.
Bahkan, investigasi kejahatan perang dari konflik Bosnia dan Herzegovina yang terjadi pada tahun 1992-1995 hingga saat ini masih belum usai.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi