Minggu, 19 April 2026, pukul : 13:49 WIB
Surabaya
--°C

Kemlinthi

Dicegat wartawan, Ganjar berkomentar, ‘’Saya menghormati lah. Itu kan urusan copras capres toh, itu. Capres itu di PDIP sudah jelas, itu urusannya ketua umum. Urusannya Bu Mega,” kata Ganjar Kamis (2/6).

Coba perhatikan narasi yang dipakai Ganjar untuk merespons Trimedya. Ganjar menyebut frasa ‘’copras-capres’’ untuk menyebut perhelatan pemilihan presiden 2024. Frasa itu persis yang digunakan oleh Jokowi menjelang pilpres 2014. Ketika itu Jokowi masih menjabat sebagai gubernur DKI, dan disebut-sebut sebagai salah satu kandidat presiden potensial. Ketika dicegat wartawan Jokwi menyebut ‘’Saya nggak ngurus copras-capres, saya ngurus kaki lima’’.

Kali ini pun Ganjar memakai diksi itu. Ganjar tidak mengurus masalah ‘’copras-capres’’, Ganjar mengurus masalah banjir rob yang belum selesai. Dua peristiwa berbeda tetapi diksi yang dipakai sama. Ganjar—sengaja atau tidak—telah menempatkan diri sebagai ‘’cover version’’ Jokowi.

BACA JUGA: Pengkhianat

Hubungan PDIP dengan Jokowi dikabarkan renggang dan retak akibat insiden ‘’ojo kesusu’’. Mega tersinggung dan tidak hadir ke acara Jokowi yang menikahkan adik kandungnya dengan Ketua MK Anwar Usman. Puan Maharani juga tidak tampak hadir.

Ketika Jokowi mengadakan upacara resmi memperingati Hari Lahir Pancasila di Ende, NTT, Megawati dan Puan juga tidak tampak hadir. Ibu anak itu juga tidak hadir secara virtual sebagaimana yang dilakukan oleh Ganjar.

Hal ini menimbulkan berbagai spekulasi bahwa hubungan Mega dengan sang petugas partai sudah mulai renggang. Siapa yang yang kesusu dan siapa yang kemlinthi? (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.