Menu

Mode Gelap

kempalanalisis · 13 Okt 2021 09:53 WIB ·

Kasih Sayang Allah kepada Manusia


					Foto: Risalah Muslim. Perbesar

Foto: Risalah Muslim.

Bu Nyai Dr. Hj. Mihmidaty Ya’cub.

Oleh: Bu Nyai Dr. Hj. Mihmidaty Ya’cub

KEMPALAN: Karena sangat sayangnya Allah kepada kita, manusia, maka apapun yang dibutuhkan manusia Allah sudah siapkan, bahkan yang belum manusia butuhkan atau perlukan sudah Allah adakan. Bentuk kasih sayang Allah itu seperti yang tertuang dalam surah Az-Zumar ; 21-23. Surah Az-Zumar adalah surah ke 39 dalam Al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 75 ayat. Dinamakan Az-Zumar yang berarti Rombongan-rombongan karena kata Az-Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 pada Surah ini.

Dalam surah Az-Zumar ayat 21-23 Allah berfirman yang artinya; “Apakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian menjadi kering, lalu engkau melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal sehat. Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima)?

Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (ayat-ayat) lagi berulang-ulang, gemetar karena kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia Kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat memberi petunjuk.”

Allah menyuruh kita untuk memperhatikan betapa sayangnya Allah kepada manusia. Allah menurunkan air dari langit berupa hujan dan dari air itulah seluruh mahluk Allah yang di bumi bisa menikmati kehidupan, tidak satupun yang bisa hidup tanpa air. Selain air hujan, Allah mengeluarkan pula air dari sumbernya di perut bumi. Dari berbagai air itulah Allah menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan buah-buahan dengan berbagai macam bentuk, rasa dan warnanya. Dari semua anugerah yang sudah di nikmati oleh manusia itu, Allah hanya memerintahkan untuk selalu taat kepada Allah.

Orang-orang yang oleh Allah dilapangkan dadanya, maka ada cahaya dalam hatinya. Selalu memiliki keinginan berbuat baik yang diridhoi Allah. Ingin sholat, ingin ngaji dan lain sebagainya. Sebaliknya bagi yang tidak mendapatkan cahaya dari Allah,hatinya keras membatu, gelap dan tidak bisa menerima anugerah dari Allah. Kalau mereka ditimpa kesedihan, mereka cenderung putus asa, menjahati orang lain, membinasakan orang lain atau bahkan dirinya sendiri.

Kasih sayang Allah SWT meliputi seluruh hamba-Nya sekalipun hamba-Nya itu seorang pendosa. Dalam Surah Al-A’raf (7) : 156 Allah berfirman yang artinya, “Rahmad (kasih sayang)-Ku meliputi segala sesuatu.” Allah membuktikan cintanya antara lain dengan cara; Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai penuntun hidup agar manusia tidak kebingungan dalam menjalani hidup dan dapat meraih bahagia di dunia dan akhirat, QS. Al-Baqarah (2) :2. Yang ke dua, secara fitrah, setiap manusia membutuhkan teladan yang bisa dijadikan rujukan atau teladan, untuk itu Allah mengutus para Rosul sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Ahzab (33) : 21 yang artinya, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Ketiga, untuk memenuhi kebutuhan manusia, maka Allah menciptakan alam semesta, sebagaimana firman-Nya. “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu, kemudian Dia menuju langit, lalu Dia menyempurnakan menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah : 29)

Bukti keempat adalah luasnya ampunan Allah SWT. Sepanjang manusia benar-benar bertobat, sebanyak apapun dosa manusia Allah pasti akan mengampuni, sebagaimana firman Allah dalam surah Hud (11) : 3 serta Hadist Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Muslim yang artinya, “Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang berbuat keburukan di siang hari bertobat, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang berbuat keburukan di malam hari bertobat. (ini akan terus berlaku) hingga matahari terbit dari arah barat.”

Yang kelima, Allah itu adalah Al Razzaq, Dzat Maha Pemberi Rezeki. Tidak ada satupun makhluk Allah yang tidak diberi rezeki, termasuk manusia. Firman-Nya dalam surah Saba (34) : 39 yang artinya, “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah sebaik-baiknya pemberi rezeki.”

Demikianlah Allah yang Maha Penyayang, menyayangi hamba-Nya tak terbilang. Allah hanya menghendaki agar manusia taat kepada-Nya, menjalankan seluruh Perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah SWT sudah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk agar manusia tak sesat jalan.

Menurut Prof.Dr. Quraish Shihab ada tiga petunjuk penting yang diberikan Al-Qur’an. Pertama petunjuk akidah yang tersimpul dalam keimanan akan keesaan Allah dan kepercayaan akan kepastian hari pembalasan. Kedua petunjuk mengenai akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan dan moral, baik yang menyangkut kehidupan pribadi maupun sosial. Terakhir adalah petunjuk mengenai syari’at dan hukum, yaitu dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum dalam hubungannya dengan Allah dan sesama. Allah SWT sudah mengatur sedemikian sempurnanya semua ciptaannya; Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (*)

Adib Muzammil

Transkrip oleh: Adib Muzammil

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Siklus Kehidupan Manusia

27 Oktober 2021 - 11:05 WIB

Sherina Si Pembela Anjing Canon

26 Oktober 2021 - 15:18 WIB

YouTube: Ruang Privat dan Publik?

26 Oktober 2021 - 07:55 WIB

Egoisme Yaqut, dan Narasi Radikal Jadi Olok-olok

25 Oktober 2021 - 17:33 WIB

Setan Kecil

25 Oktober 2021 - 16:33 WIB

Epistemologi Fir’aun

25 Oktober 2021 - 07:48 WIB

Trending di kempalanalisis