Senin, 25 Mei 2026, pukul : 22:42 WIB
Surabaya
--°C

Apa Guna Manusia?

KEMPALAN: Pernahkah kita berfikir atau bertanya kepada diri sendiri kita ini apa dan apa gunanya kita hidup di dunia? Apakah kita pernah sedikit menyingkir dari kehidupan sosial masyarakat untuk menyepi dan berdiskusi pada diri sendiri tentang esensi kita itu apa jika hidup di dunia?

Mungkin seluruh manusia di bumi pun pernah merasakan hal itu, dan pula pernah berpikir sedemikian rupa, sudahkah kita temukan jawabannya? Atau hanya melakukan hidup sebagaimana cara manusia lain hidup? Lalu jika kita hanya mengikuti cara hidup sekelompok manusia itu, apakah benar memang kita ini sudah hidup sebagaimana yang kita inginkan?

Melihat dari pandangan yang menyebutkan bahwa manusia merupakan pemimpin atau khalifah di bumi memunculkan pertanyaan kepada kita lagi pemimpin yang seperti apa yang di amanati dan di taruh di pundak manusia? Apakah manusia pantas untuk diberikan amanat itu?

Mengapa manusia disebut Khalifah di Bumi?

Dilansir dalam NU Online, khalifah yang dimaksud di sini adalah Adam. Ia disebut khalifah karena dia adalah pengganti jin yang sebelumnya datang. Adam disebut khalifah karena ia juga akan digantikan orang lain. Adam merupakan Khalifah Allah di bumi untuk menegakaan ketentuannya dalam melaksanakan perintah-nya.

Dalam Buku “ Pendidikan Agama Islam” oleh Bachrul Ilmy, dalam surat Al-Baqarah ayat 30, Allah SWT menerangkan kepada malaikat akan menciptakan manusia untuk mengelola bumi. Sehingga terjadi dialog antara Allah SWT dan malaikat berkaitan dengan penciptaan manusia.

BACA JUGA: Negeri Penyembah Uang

Dalam dialog tersebut, malaikat seolah meragukan manusia karena sifatnya yang selalu merusak dan menumpahkan darah. Namun, manusia memiliki keunggulan dari makhluk lain.

Al-Baqarah ayat 30 menjelaskan bahwa kita setiap manusia adalah khalifah yang memimpin bumi sehingga kelak akan ditanya pertanggungjawabannya nanti.

BACA JUGA  Pesta Tanpa Mahkota di GBT: Saat Persebaya Menghibur Diri dengan Parade Lima Gol

Untuk apa manusia berada di Bumi?

Tugas menjadi Khalifah di Bumi merupakan tugas yang amat berat bagi manusia, berkaitan dengan menjadi khalifah di Bumi. Maka sebagai khalifah tentunya manusia memiliki tugas di dalam kehidupannya antara lain yaitu Hablum Minannallah, Hablum Minannas, dan Hablum Minal Alam.

Lalu apa itu Hablum Minnallah, Hablum Minannas, dan Hablum Minal Alam ?

Hablum Minnallah berarti ialah hubungan manusia denga sang pencipta Allah SWT. Sebagai mahluk yang memang di ciptakan dan di amanati sebagai khalifah tentunya manusia harus menunaikan beberapa perintah, dan amanat yang diberikan oleh Tuhan. Contoh perilaku Hablum Minallah adalah Menunaikan syariat, rela dengan ketentuan takdir, Meninggalkan kehendak nafsunya untuk mencari keridhoan allah.

Hablum Minannas berarti hubungan manusia dengan sesama manusia. Manusia merupakan mahluk sosial yang pada esensi keberadaanya di dunia diciptakan untuk saling memberi, mengasihi, dan menyayangi sesama umat manusia walaupun berasal dari latar belakang yang berbeda. Contoh perilaku Hablum Minallah menurut Imam Al Ghazali adalah saling membantu tetangga, memberi makan anak yatim, mengasihi orang miskin.

BACA JUGA: Kita Dikutuk Bebas

Hablum Minal Alam berarti Hubungan manusia dengan Alam. Manusia sebagai khalifah di Bumi di percaya dan diberikan tannggungjawab yang amat besar untuk menjaga dan merawat Bumi dan seisinya yaitu alam raya, itu semua untuk keberlangsungan hidupnya dan mahluk-mahluk yang lain.

Alam merupakan anugerah yang senantiasa harusnya kita jaga dan memberikan perilaku yang bijak terhadap alam karena berkat adanya alam yang diberikan oleh Tuhan manusia dapat hidup sejahtera dan juga bahagia. Contoh dari Hablum Minal Alam ialah Menjaga kebersihan lingkungan, mencegah penebangan liar, tidak mengeksploitasi alam.

BACA JUGA  Pilkades Serentak 2026: Satu RT Dua ‘Kemanten’.Strategi Politik Doni Suhendro Raih Simpati Warga di Bligo Sidoarjo

Itulah tugas manusia sebagai khalifah di bumi menjaga hubungan kita dengan Tuhan, hubungan dengan manusia lainnya, dan juga dengan alam ketiga hubungan tersebut harus dengan senantiasa kita jaga agar tugas kita Khalifah di Bumi ini dapat terlaksana dan sesuai dengan tujuan Tuhan menciptakan kita.

BACA JUGA: Agamaku adalah Agama Cinta

Apakah kita Memang benar Khalifah di Bumi?

Memang Tuhan telah memerintahkan kita dan memberi amanat kepada manusia sebagai khalifah di bumi, namun seringkali dalam prakteknya kita begitu lalai dan selalu mementingkan ego diri kita sendiri. Tulisan ini saya tujukan khususnya untuk saya sendiri sebagai manusia yang sangat amat lemah dan lalai tentunya juga kepada pembaca.

Maka saya bertanya pada diri saya sendiri dan kepada pembaca, sudahkah kita melakukan perintahnya?

Sudahkah kita untuk memperhatikan manusia lainnya?

Sudahkah kita merawat menjaga alam?

Sudah berapa banyak hutan yang di eksploitasi oleh kita untuk memenuhi kebutuhan kita?

Sudah berapa banyak tetangga yang kita biarkan dalam kelaparan?

Sudah berapa manusia yang kita tindas atau membiarkan mereka di tindas?

Sudah berapa banyak hewan atau tumbuhan yang kita bantai dan habisi atas nama itu semua untuk kebutuhan kita?

Sudah berapa sungai yang kita cemari dengan limbah-limbah rumah tangga?, semoga tulisan ini menjadi bahan perenungan bagi saya, kamu, dan kita semua sebagai umat manusia.

Beberapa pertanyaan di atas akan saya tutup dengan pertanyaan.

Apakah Kita Pantas di sebut Khalifah?

Apa guna manusia? Jika di setiap langkahnya adalah kehancuran. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.