Menu

Mode Gelap

Kempalpagi · 4 Mei 2022 16:55 WIB ·

Hitler dan Ukraina


					ILUSTRASI: Perang Ukraina dan Rusia Perbesar

ILUSTRASI: Perang Ukraina dan Rusia

KEMPALAN: JAGAT politik internasional heboh gegara pernyataan menteri luar negeri Rusia yang menyebutkan bahwa Adolf Hitler, penguasa Nazi Jerman, ialah keturunan Yahudi. Pernyataan yang dianggap anti-semit ini dikecam luas karena melecehkan orang Yahui karena menganggap pembantaian terhadap orang Yahudi pada holocaust adalah buatan orang Yahudi sendiri.

Playing victim, bermain sebagai korban untuk mencari simpati dunia. Yahudi mencari pembenaran melalui holocaust untuk mencari legitimasi emigrasi ke Palestina dan mengklaimnya sebagai tanah yang dijanjikan. Pendatang Yahudi itu kemudian menyingkirkan bangsa Palestina yang sudah berabad-abad tiggal di wilayah itu.

Perang Rusia vs Ukraina belum ada tanda-tanda akan berakhir. Alih-alih mereda malah makin panas. Rusia terus merangsek masuk ke wilayah Ukraina. Perang militer di manapun selalu berkaitan dengan perang opini dan perang psikologi alias psy war.

Ukraina ingin menarik simpati dunia dengan memposisikan diri sebagai korban. Sementara Rusia menganggap perang ini sebagai ‘’urusan keluarga’’.  Rusia tidak ingin keluarganya ini bergabung dengan NATO, Pakta Pertahanan Atlantik Utara, yang disponsori Amerika dan Eropa.

Opini dunia terbelah. Ada yang menuding Rusia memainkan peran sebagai agresor yang didasari oleh semangat neo-nazisme. Tujuannya untuk menyingkirkan kekuatan politik Yahudi di Ukraina dengan simpul utama Presiden Volodymyr Zelensky yang memang keturunan Yahudi.

BACA JUGA: PSI dan Anies Haters

Dalam berbagai pernyataannya Zelensky menempatkan diri sebagai kelompok yang dizalimi oleh Vladimir Putin. Meski tidak membuat referensi langsung mengenai kemunculan neo-nazisme di Rusia, tetapi Zelensky jelas ingin mencari simpati dunia dengan menempatkan dirinya sebagai korban agresi neo-nazi.

Sebaliknya, Rusia menyebut bahwa serangan ke Ukraina adalah bagian dari program ‘’denazifikasi’’ untuk menghilangkan pengaruh nazi di Ukraina yang dianggap telah menguasai ideologi mainstream negara itu.

Klaim Rusia ini terdengar sebagai paradoks karena populasi Yahudi di Ukraina cukup besar dan banyak elite politik Ukraina yang keturunan Yahudi. Bagaimana mungkin nazisme tumbuh subur di Ukraina kalau di negara itu Yahudi justru dominan? Rusia bergeming.

Rusia menganggap logika itu tidak relevan. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa Adolf Hitler yang sangat membenci Yahudi itu ternyata adalah keturunan Yahudi dari kakek pihak ayahnya. Rusia ingin mengatakan bahwa holocaust adalah tragedi ciptaan Yahudi sendiri sebagai cara playing victim, menempatkan diri sebagai korban untuk menarik simpati dunia.

Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Upacara Baijiu

17 Mei 2022 - 08:00 WIB

Jokowi, Biden, dan Elon

16 Mei 2022 - 16:11 WIB

一百二十

16 Mei 2022 - 08:00 WIB

Shireen

15 Mei 2022 - 10:17 WIB

Stereo Adharta

15 Mei 2022 - 08:00 WIB

Lockdown Sapi

14 Mei 2022 - 17:05 WIB

Trending di Kempalpagi