Senin, 22 Juni 2026, pukul : 10:37 WIB
Surabaya
--°C

Manusia Gurun

Justifikasi Kipling terhadap kolonialisme dan imperialisme ini dikecam keras oleh Edward Said. Menelaah hubungan sastra dengan imperialisme, Said mengatakan bahwa karya-karya seni dan sastra Barat secara sengaja telah menjadi bagian dari propaganda Barat untuk menjadi pembenaran penjajahan Barat atas Timur. Karya-karya film Hollywood sampai sekarang banyak yang menjadi propaganda pembenaran superioritas Barat atas Timur.

Demo yang luas terhadap Rasmus Paludan adalah pelampiasan kekecewaan atas kejahatan penjajahan Barat selama ratusan tahun yang tidak pernah berhenti dan tetap berlanjut sampai sekarang.

Di Indonesia benturan itu masih selalu bermunculan. Salah paham dan kecurigaan terhadap Islam meluas menjadi islamophobia yang mendalam. Seorang gurubesar seperti Budi Santoso bisa membuat unggahan yang tidak sensitif terhadap umat Islam.

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

BACA JUGA: Partai Kaipang

Menyebut hijab sebagai pakaian manusia gurun adalah tindakan yang tidak sensitif yang menunjukkan pola pikir yang tidak akomodatif terhadap perbedaan budaya. Hijab yang menjadi identitas wanita muslim sering dilecehkan sebagai pakaian gurun karena bagian dari budaya Timur Tengah.

Budaya dan agama tidak bisa dipisahkan. Akulturasi budaya di Indonesia terjadi karena pengaruh agama. Peci yang menjadi ciri nasional Indonesia juga dipakai oleh orang-orang India dan Pakistan. Sarung yang menjadi salah satu pakaian khas santri juga dipakai oleh orang-orang Hindu dan Budha di India.

Bahasa Indonesia banyak sekali menyerap Bahasa Arab karena akulturasi. Lembaga tertinggi di Indonesia ‘’Dewan Perwakilan Rakyat’’ dan ‘’Majelis Permusyawaratan Rakyat’’ menyerap namanya dari bahasa Arab.

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

BACA JUGA: Tsamara

Ungkapan ‘’alhamdulillah’’ dan ‘’insyaallah’’ sudah menjadi bahasa sehari-hari yang tidak mungkin diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Ungkapan-ungkapan itu bukan ‘’bahasa langit’’ tapi sudah menjadi bahasa pergaulan sehari-hari.

Politisi seperti Ramus Paludan sudah jelas motivasinya yang anti-Islam untuk mendapat suara dukungan publik. Budi Santoso mungkin tidak punya tendensi mencari kekuasaan politik dengan membuat postingan yang dianggap melecehkan Islam. Karena itu sebaiknya sang profesor bertindak lebih sensitif. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.