Rabu, 22 April 2026, pukul : 02:07 WIB
Surabaya
--°C

Kembang Janggut

LiangYangAn 梁楊安

Seperti lingkaran yang tak berujung, demikianlah sepertinya kaitan antara Pengusaha dan Penguasa (antara Bisnis dan Politik). Awalnya penguasa yang mengatur pengusaha, namun kemudian setelah pengusaha menjadi sangat kuat seringkali terjadi sebaliknya pengusaha (secara tidak langsung) yang berambisi mengatur penguasa, dan selanjutnya entah sapujagat – entah bulldozer – atau entah apa lagi istilah yang lainnya yang akan mengambil peran. Selanjutnya lagi lingkaran itu akan berputar terus untuk mencapai ke-seimbang-an baru ; setelah seimbang, putarannya akan semakin cepat sehingga kemungkinan besar justru akan terjadi ketidak-seimbang-an yang baru. Barangkali ada benarnya apa yang pernah dikatakan oleh Thomas Jefferson (Presiden ke-3 Amerika Serikat) : “government big enough to give you everything you want, is strong enough to take everything you have”.

Tuan Sumartan

Tulisan Abah dua hari ini kok ikut pendek juga, apa karena lagi bahas Migor yang licin takut tergelincir??

Johannes Kitono

Disway hari ini terlalu singkat . Entah malas bahas lagi soal Migor atau langsung eksekusi Liburan Lebaran. Kisruh moratorium ekspor kali ini indikasikan bahwa team Kabinet kurang solid, padahal targetnya sangat jelas. Harga migor harus turun yang ketingkat yang wajar. Misalnya, Rp.21 ribu/ 2 liter seperti di Malaysia. Hasil sementara moratorium : Harga jual TBS merosot dan petani rugi. Harga migor domestik memang turun sedikit saja tapi sdh tidak antri. Harga migor dunia naik dan pangsa pasar Indonesia berkurang diisi oleh negara kompetitor. Pengusaha sawit Malaysia happy seolah olah dapat THR dari Presiden Indonesia. Ironisnya, petani sawit Indonesia yang jual TBS justru yang rugi. Belajar dari kasus ini. Keputusan Sapu Jagat harus dilaksanakan. Kalau harga migor turunnya masih lelet juga. Menko Ekuin segera kumpulkan Asosiasi Sawit dan pabrik migor. Himbau mereka segera turunkan harga migor sambil injak kakinya. Selamat menikmati Liburan Lebaran. Presiden dan para menteri kabinet tentu akan saling memaafkan atas keputusan moratorium ini. Pada saat yang sama petani sawit hanya bisa kesal dan gigit jari. Menyaksikan komika sawit kabinet Indonesia.

Lukman bin Saleh

Mulai nyesek baca berita dg judul2 seperti ini: Pabrik kelapa sawit manfaatkan larangan ekspor, Borong TBS dg harga rendah untuk pasca lebaran. Petani teriak! Larangan ekspor CPO bikin harga TBS anjlok 60%. Dan judul2 berita serupa. Ah… andai waktu bisa d putar kembali. Pemerintah tdk perlu melarang ekspor CPO. Pajak ekspor sj d naikkan tinggi2. Untuk subsidi migor. Mengingat harga CPO dunia sekarang. Jangankan harga 14rb, 5rb/literpun bisa. Tinggal mainkan pajak dan subsidi…

*) Diambil dari komentar pembaca http://disway.id

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.