BANGUI-KEMPALAN: Republik Afrika Tengah secara resmi telah mengadopsi Bitcoin menjadi mata uangnya. Hal tersebut dikatakan dalam pidato presiden pada Rabu (27/4) yang kemudian akan menjadikannya negara pertama di benua Afrika dan kedua di dunia yang mengadopsi Bitcoin.
Terlepas dari banyaknya cadangan emas dan berlian, Republik Afrika Tengah menjadi salah satu negara dengan ekonomi termiskin dan pembangunan terbelakang di dunia.
Selama beberapa tahun terakhir juga dipenuhi dengan kekerasan dan pemberontakan.
Rancangan Undang-Undang adopsi Bitcoin disetujui secara mayoritas di Parlemen dan Presiden Republik Afrika Tengah juga mendukungnya dengan alasan untuk meningkatkan keadaan rakyatnya.
Dalam pernyataanya, Presiden Republik Afrika Tengah yaitu Touadera mengatakan bahwa tindakan tersebut menjadi langkah besar untuk membuka kesempatan baru di negaranya.
Negaranya juga telah siap untuk menerapkan regulasi terkait mata uang kripto dan teknologi blockchain.
Di sisi lain, terdapat juga kritik dari tindakan Republik Afrika Tengah yang mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan sebuah pelanggaran terhadap mata uang Franc.
Republik Afrika Tengah merupakan satu dari enam negara yang menggunakan mata uang kawasan bernama Franc yang diregulasi oleh Bank Negara Afrika Tengah (BEAC).
Dua mantan Perdana Menteri dari Republik Afrika Tengah mengatakan bahwa adopsi Bitcoin tanpa adanya bimbingan dari BEAC merupakan sebuah pelanggaran.
Republik Afrika Tengah menjadi negara kedua yang mengadopsi Bitcoin setelah sebelumnya terdapat El Salvador.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi