Sabtu, 20 Juni 2026, pukul : 22:36 WIB
Surabaya
--°C

Belanda Budiman

benady raya

Begitu banyak bintang dilangit seperti salahku pada istri , akan hilang setelah matahari terbit. Karena cinta istri seperti matahari. Dan kami baik baik saja. Tidak perlu cangkeman ngadepi kebijakan sang Don. Nguik.

No Name

Konsumsi domestik hampir 20 juta ton per tahun. Bukan 5 juta. Total produksi : hampir 50 juta ton. Selisihnya ekspor.

Jokosp Sp

Jadikan kasus Batu Bara jadi pelajaran. DMO tidak fungsi. Dan pengusaha yg terlibat tdk ada proses hukum. Atasan ke bawah mampet artinya. Yg tdk performance harusnya diganti, kayak kekurangan orang saja. Miris lihat kondisi hukum tdk berjalan.

No Name

Saya sebagai pendukung garis keras pak jokowi (tapi saya masih menomorsatukan kepentingan pribadi pada umumnya) sampai geram. Di sosmed saya kobarkan “jihad” mendemo (terutama melalui medsos) pemerintah habis2an. Saya tdk ragu sama pak jokowi tapi saya curiga jangan2 pak jokowi sdh tdk mau ambil risiko politik gara2 sdh menjabat yg ke-2. Untunglah kecurigaan saya salah. Tapi “perang” baru dimulai. Akankah Presiden menang kali ini?

Lukman bin Saleh

Selama mungkin? Tidak Rhoma, itu tdk masuk akal. Itu adalah perbuatan dungu. Sia2. Unfaedah. Mau diapakan sawit2 ini? Memangnya yg akan menderita pengusaha besar saja?

Pryadi Satriana

Keputusan Presiden Jokowi menunjukkan “keruwetan di atas” terkait minyak goreng. Sekadar mengganti Mendag tak akan menyelesaikan masalah. Hanya pion. Tanpa satu pion tetap bisa “bermain.” Langkah drastis diambil: menjungkirbalikkan papan catur! Supaya tidak bisa lagi “bermain.” Wow … (5x). “Bonek” tenan! POTENSI pendapatan ekspor sekitar 500T dipertaruhkan! NGGAK APA!!! Ini bentuk solidaritas (baca: keberpihakan) pada wong cilik. Anggap saja “500T itu disubsidikan untuk rakyat”! Saran saya untuk Pak Jokowi: pertahankan kebijakan ini selama mungkin! Akan banyak yg pusing. Tidak hanya mafia migor. Juga sebagian menteri. Juga pengusaha. Apalagi menteri yg jg pengusaha. Apalagi yg terkait minyak goreng! Jurus pamungkas telah dikeluarkan Jokowi. Ternyata beliau MASIH PRESIDEN. Bukan boneka. Pun tak sekadar petugas partai. Presiden telah menunjukkan keberpihakan beliau kepada rakyat. Mari kita dukung bersama. Jangan nyinyir dulu. Semua akan jelas pada waktunya. Kita tunggu bersama & lihat yg terjadi nanti. Semoga niat baik dapat terlaksana dengan baik. Aamiin. Sehat selalu. Salam. Rahayu.
menghancurkan. Itulah bedanya p Jokowi dg orang yg selalu d kendalikan emosi seperti pak Pry…

BACA JUGA  Siapa Doni Wijanarko

Johannes Kitono.

Horeee, akhirnya rakyat Indonesia bisa menikmati Minyak Goreng merk Jokowi dengan harga yang terjangkau. Pasti pelarangan ekspor ini tidak akan berlangsung lama.Negara membutuhkan devisa dan jangan sampai pangsa pasar kita diisi oleh negara kompetitor seperti Malaysia. Jangan sampai pula petani sawit ditekan harga belinya oleh pengusaha. Now, silahkan saja Asosiasi Sawit menghadap Menko Ekuin membuat Surat Pernyataan tertulis bersedia membantu pemerintah menstabilkan harga minyak goreng seperti semula, misalnya HET Rp.22 ribu/ 2 liter. Asosiasi Sawit harus menyisihkan sebagian windfall profitnya. Supaya harga kembali stabil dan rakyat banyak bisa merayakan Lebaran dengan Migor murah merk Jokowi. Akhirnya sebagai negara penghasil sawit terbesar di dunia, ekspor minyak goreng dan bahan bakunya pasti boleh lagi memasuki pasar dunia.

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

Antonio Samaran

Siap-siap diprotes sama petani sawit, harga tbs sawit akan segera jatuh ke bumi. Hadiah lebaran buat petani. Kalo kebijakan ini hanya berlaku bbrp minggu mungkin tidak masalah, setelah lebaran harga kembali normal. Yg punya duit jangan coba2 menimbun, mungkin hukuman mati menanti anda. Pemerintah juga tidak perlu kuatir, suara petani tidaklah nyaring. Politisi juga tidak akan membela mereka. Jadi pemerintah bisa berlebaran dengan tenang.

Jimmy Marta

Tidak banyak komoditas eksor Indonesia yg menghasilkan devisa besar. Diantaranya, cpo, batubara dan karet. Cpo dan batubara ini penghasil devisa yang penuh perjuangan. Kita semua tentu masih ingat eropa melakukan boikot. Karena dianggap tidak ramah lingkungan. Tidak pro pengurangan gas rumsh kaca. Saat ekspor masalah, harga tbs sawit hanya ratusan rupiah per kg. hanya cukup untuk biaya memanen buahnya. Sekarang ini harga tbs mencapai 3800 per kg membuat petani sawit lega. Lalu para pengusaha menggenjot ekspor. Mumpung permintaan sangat gacor. Hingga lupa untuk rakyat sendiri. Giliran emak emak yang teriak. Didukung sang anak (baca: mahasiswa) . Berbagai kebijakan dibuat. Semua tak bermanfaat .sampai datang sapujagat. Semiga kita semua selamat.

*) Diambil dari komentar pembaca http://disway.id

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.