Renungan Ramadhan 17
Oleh Ferry Is Mirza
Wartawan Utama, Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
KEMPALAN: Menuju duapuluh hari bulan Ramadhan yang kita jalani dimana di dalamnya ada berbagai keberkahan. Salah satu yang menjadi paling utama adalah waktu di mana dosa-dosa kita di masa lalu akan diampuni. Namun, tentunya dengan keimanan dan keikhlasan dalam menjalankannya dengan semata-mata dengan mengharap pahala dari sisi Allah dan iman kepadaNya.
Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari : 37 dan Muslim : 1266, Dari Abu Hurairah RA, Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda:
“Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah berlalu”.
Di bulan penuh maghfirah (ampunan) ini, kita dianjurkan untuk seraya memohon ampun, bermujahadah dan mengoptimalisasikan segala bentuk ibadah. Amalan puasa merupakan amalan yang memiliki keutamaan-keutamaan di dalamnya. Setiap amalan sholeh dilipatgandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, maka di bulan penuh berkah, lebih dari itu pelipatgandaannya. Dan hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang mengetahui berapa besar pelipatgandaan pahala yang akan diberikan.
BACA JUGA: Kenikmatan dan Keutamaan Sabar serta Balasannya
Oleh karena itu, bulan Ramadhan ini merupakan bulan perlombaan setiap hambaNya, yaitu perlombaan dalam meraih ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sehingga, seperti halnya dalam perlombaan terdapat kemenangan dan kekalahan. Kekalahan dari seorang hamba salah satunya dikarenakan terlalu sempit ruang dari keimanan hamba tersebut, sehingga tidak mampu menghadirkan semangat dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Dan hamba yang kalah tersebut hanya mendapatkan keletihan raga belaka.
Seperti pada hadist riwayat An-Nasa’i dan Ibnu Majah bahwa, dari Abu Hurairah juga, Rasulullah Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda,
“Berapa banyak orang yang berpuasa, tidak mendapat pahala puasa kecuali hanya lapar dan haus saja. Berapa banyak orang yang bangun malam, tidak mendapat pahala kecuali hanya bangun malam”.
Masih tersimpan banyak keistimewaan bulan Ramadhan lainnya yang dapat menumbuhkan spirit dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Kemuliaan bulan Ramadhan telah banyak diekspresikan Rasulullah Shalallahu Alayhi Wasallam dalam riwayat beberapa hadits.
Hadits diatas diperkuat kembali dengan hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i, Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda,
Dalam hadits ini, dapat diketahui bahwa Ramadhan menghampiri ruang keimanan seorang hamba. Seorang hamba dengan ruang keimanan yang luas akan lebih merasa senang dan bahagia dalam menyambut kehadiran Ramadhan dibandingkan kehadiran bulan yang lainnya, serta mampu menghadirkan cahaya Ramadhan pada jiwa dan keimanannya.
Mengingat berbagai keutamaan Ramadhan di atas, maka sangat disayangkan apabila Ramadhan datang dan berlalu meninggalkan kita begitu saja tanpa ada usaha maksimal dari kita untuk meraihnya dengan melakukan berbagai ibadah dan amal shalih.
InsyaAllah Ramadhan tahun ini akan lebih baik dalam hal amalan ibadah daripada tahun-tahun sebelumnya, dan kita mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin yaa rabbal alaamiin…..
fimdalimunthe55@gmail.com

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi