Mengalir Bersama Literasi Sastra

waktu baca 2 menit
Aming Aminoedhin

OLEH: Aming Aminoedhin

KEMPALAN: LELAKI yang bergelar doktor sastra, dan suka pakai udheng atau blangkon saat tampil di depan publik sastra ini, bernama: Sutejo. Namanya memang pendek atau cekak-aos saja. Tapi gelarnya panjang. Selain doktor dan magister humaniora, beliau ini juga punya julukan penggerak literasi tanpa pernah berhenti. Lelaki ini lahir di kota Ponorogo, 10 Pebruari 1967.

Bicara soal prestasi dalam soal penulisan, barangkali punya seabreg piala. Dalam lomba-lomba penulisan sastra dan lingkungan hidup pernah diraihnya. Baik tingkat regional maupun tingkat nasional. Kegiatan organisasi juga demikian, apa saja diikutinya. Dari Dewan Kesenian Ponorogo, Direktur Jaring Sastra Ponorogo, ISNU, hingga jadi Penasihat PW LTNNU Jawa Timur dilakoninya.

Dr. Sutejo, M.Hum. penyair yang mengalir berliterasi tiada henti. (Foto: AmAm)

Di tengah kesibukan yang berjibun itu, lelaki yang punya nama pena: S. Tejo Kusumo dan Warok Sutejo ini, tidak pernah berhenti menulis karya sastra. Baik esai sastra, cerpen dan puisi. Terbukti beberapa puisinya termuat di Antologi Puisi Malsasa (Malam Sastra Surabaya), Malsabaru (Malam Sastra Bagi Guru se-Jatim), Biografi Tepung, Jathil Suminten, Puisi Memo untuk Presiden, Puisi Menolak Korupsi, dan banyak lagi.

Lelaki yang pendidikannya lulusan S3 Unesa Surabaya (2013), S2 UNS Sebelas Maret Solo (2006), S1 IKIP Malang (1991) ini, memang energik, kreatif, futuristik. Betapa tidak, beberapa bulan ke depan akan buat “web” yang katanya akan bikin heboh. Benarkah? Kita tunggu “web” ala Warok Sutejo ini.

Sutejo sedang bergaya dalam baca puisi.(Foto: AmAm).*

Bukunya banyak sekali yang telah ia terbitkan, baik esai sastra maupun yang lain, di antaranya: Kajian Prosa: Kiat Menyisir Dunia Prosa (2010), Apresiasi Prosa: Mencari Nilai Memahami Fiksi (2010), Senarai Pemikiran Sutejo (2013). Sementara itu buku-buku yang sedang proses akan terbit: Kumpulan Cerpen berjudul Puntung Rokok (2022), dan Kumpulan Esai Sastra berjudul Seks, Sastra, dan Penyadaran (2022).

Beberapa kali tampil baca puisi di acara sastra Jawa Timur, antara lain: Malsasa di Pasar Seni Lukis Indonesia, Malsasa dan Malsabaru di Balai Pemuda Surabaya, Rumah Budaya Kalimasada Blitar, dan banyak lagi.

Sutejo yang doktor sastra Unesa ini, memang kreatif dalam langkah-langkah literasinya. Mengajar jadi instruktur sastra di berbagai acara, baik bagi para guru, mahasiswa, santri, dan para siswa. Tahun lalu, 2022, Dr. Sutejo, M.Hum ini mendapatkan penghargaan seni dari Gubernur Provinsi Jawa Timur, bidang sastra. Kini masih mengajar jadi dosen di STKIP Ponorogo yang punya tagline Kampus Literasi itu. Sutejo akan tetap terus mengalir bersama literasi sastra tiada henti. (*)

Editor: DAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *