Menu

Mode Gelap

kempalanggun · 16 Apr 2022 13:53 WIB ·

Kisah Nenek Anies dari Tegal, Begini Siasat AR Baswedan Nikahi Barkah


					Anies (kanan) bersama adiknya Ridwan (kiri), dan Abdillah berfoto sang nenek Barkah. (Foto: Repro) Perbesar

Anies (kanan) bersama adiknya Ridwan (kiri), dan Abdillah berfoto sang nenek Barkah. (Foto: Repro)

JAKARTA–KEMPALAN: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan kenangan tentang neneknya yang berasal dari Tegal ketika menyampaikan selamat hari jadi Kota Tegal ke-442 pada Selasa 12 April 2022 lalu.

“Sebuah kota yang punya catatan sejarah tersendiri bagi kami. Kebetulan nenek berasal dari Tegal dan selalu memiliki cerita yang panjang tentang kota ini. Bahkan ketika saya masih kecil, nenek rutin membuat ponggol Tegal dengan daun pisangnya. Sesuatu yang khas yang ketika kami tinggal di Yogya, beliau menggunakan ponggol dengan daun pisangnya sebagai cara untuk mengenang kota yang dicintainya,” tutur Anies.

Siapa nenek Anies tersebut dan bagaimana kisah?

Nenek Anies yang berasal dari Tegal ini bernama Barkah Al Ganis. Barkah merupakan istri kedua Abdurrahman Baswedan, sering disingkat AR Baswedan.

Istri pertama kakek Anies Baswedan ini bernama Syeikhun. Putri pamannya yang berasal dari Kudus. Sementara AR Baswedan tinggal di Surabaya. Mereka menikah pada tahun 1925. AR Baswedan berumur 17 tahun ketika itu sementara Syeikhun 14 tahun.

Dari pasangan ini lahir sembilan anak, yaitu Anisah, Aliyah, Fuad, Awad Rasyid Baswedan, Hamid, Atikah, Nur, Imlati dan Lukyana. Ayah anies merupakan anak keempat, Awad Rasyid Baswedan.

Namun di tengah gejolak revolusi, ketika AR Baswedan tengah berjuang bersama para tokoh bangsa lainnya, Syeikhun meninggal dunia pada 19 Juli 1948.

Atas kepergian Syeikhun tersebut, teman-teman seperjuagan AR Baswedan merasa iba melihatnya. Karena di tengah kesedihan, AR Baswedan juga harus mengurusi kesembilan anaknya. Belum lagi, keinginan AR Baswedan yang tetap membara untuk meneruskan perjuangan mengabdi kepada bangsa dan negara.

Atas kondisi tersebut, mereka menyarankannya untuk menikah lagi. Agar anak-anaknya lebih terurus dan ia juga dapat melanjutkan perjuangannya untuk kepentingan masyarakat dan bangsa. Teman-teman seperjungannya tersebut menyarankan AR Baswedan untuk menikahi Barkah. Salah seorang yang menyarankannya adalah Mohammad Natsir, teman seperjuangannya di Partai Masyumi yang kemudian pernah menjadi Perdana Menteri.

Saat itu, Barkah yang lahir pada 11 Januari 1911 di Tegal ini, adalah seorang janda tanpa anak setelah bercerai dengan suami pertamanya tiga tahun lalu. Pilihan kepada Barkah karena dia dianggap sudah mengerti keluarga AR Baswedan malah telah akrab dengan almarhumah Syeikhun semasa hidup. Bahkan Barkah juga kerap membantu kesulitan keluarga AR Baswedan.

Mengingat Barkah sebelumnya juga aktif di PAI Istri, organisasi Persatuan Arab Indonesia yang kemudian berubah menjadi Partai Arab Indonesia yang didirikan AR Baswedan tahun 1934.

Semula AR Baswedan menolak karena dia punya anak banyak apalagi tidak mempunyai kekayaan apa-apa. Sedangkan Barkah berasal dari keluarga kaya. Sementara dia baru bersedia menikah lagi asal calon istrinya benar-benar menerima anaknya yang banyak itu, dan bersedia hidup sederhana sebagai kawan seperjuangan.

Dalam perjalanannya kemudian, keduanya sepakat untuk menikah. Namun tantangan berikutnya datang dari ayah Barkah, yang tidak setuju. Karena ayahnya membayangkan kesulitan rumah tangga anaknya itu apabila kawin dengan seseorang yang memiliki sembilan anak. Apalagi ketika semangat kesukuan kuat sekali sehingga AR Baswedan yang bukan sesuku, meski sesama keturunan Arab, tak mungkin diterima pinangannya.

AR Baswedan lalu bersiasat. Dia meminta Ketua Pusat Aisiyah, Aisyah Hilaal, memindahkan Barkah yang ketika itu sebagai guru sekolah Aisyah di Tegal, ke Yogyakarta. Dengan kepindahannya ini bebaslah ia dari lingkungan tradisional Arab di Tegal.

Pernikahan keduanya kemudian dilangsungkan di kediaman putri pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan tersebut di Kauman, Yogyakarta. Natsir bertindak sebagai walinya.

Sebagaimana dicatat Suratmin dalam Abdul Rahman Karya dan Pengabdiannya (1989), perkawinan Baswedan – Barkah ini menggemparkan kalangan Arab dan disambut dengan gembira oleh kawan-kawannya. “Taktik” yang digunakan AR Baswedan melaksanakan perkawinan di Yogyakarta merupakan suatu keberanian karena melanggar tradisi yang umum di kalangan masyarakat Arab ketika itu.

Pasangan ini kemudian melahirkan dua anak: Havied Natsir Baswedan dan Ahmad Samhari Baswedan. Nama anak pertama itu diselipkan nama Natsir sebagai sebagai kenang-kenangan telah bertindak sebagai wali.

Anies Baswedan yang lahir pada 7 Mei 1969 ini merasakan kehangatan bimbingan kakek-neneknya tersebut. Karena mereka tinggal bersama di Yogyakarta.

Seperti ditulis Muhammad Husnil dalam Ketika Anies Baswedan Memimpin: Menggerakkan, Menginspirasi (2017), Anies menyerap banyak hal dari sikap dan aktivitas kakek dan neneknya tersebut.

Sebaliknya, AR Baswedan dan Barkah memberikan teladan yang baik. Mereka sering mengajak Anies bila mendapat undangan ceramah. Terkadang mereka mengajaknya naik panggung. Anies belajar dari cara kakek dan neneknya berbicara di depan banyak orang, ketenangan, dan gaya ceramah mereka.

AR Baswedan wafat pada 18 Maret 1986, sementara Barkah menyusul 17 tahun kemudian tepatnya pada Oktober 2003. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

Artikel ini telah dibaca 86 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Cangkrukan Malam Minggu, Adi Sutarwijono Dengarkan Curhat Kader Banteng mulai Kesehatan sampai Perbaikan Jalan

21 Mei 2022 - 23:15 WIB

Pemkot Surabaya Kembali Gelar CFD Pagi Hari

21 Mei 2022 - 02:45 WIB

Tepis Isu Negatif, Relawan Anies P-24 Sumut Gencarkan Kunjungan ke Gereja

21 Mei 2022 - 02:26 WIB

Harkitnas, Ketua DPRD Surabaya: Pandemi Terkendali, Ekonomi Bangkit Kembali

20 Mei 2022 - 17:29 WIB

Senam SICITA, Kader-Kader PDIP Surabaya Pupuk Soliditas, Perkuat Basis di Masyarakat

20 Mei 2022 - 12:29 WIB

Pengentasan Kemiskinan, Ganjar Serahkan Bantuan RTLH dan Kursi Roda Bagi Seorang Nenek di Sukoharjo

19 Mei 2022 - 19:55 WIB

Trending di kempalanggun