Menu

Mode Gelap

Kempalanda · 15 Apr 2022 05:49 WIB ·

Berpuasa Pengendali Hawa Nafsu


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Renungan Ramadhan 14

Oleh Ferry Is Mirza

Wartawan Utama, Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

KEMPALAN: “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?”
(QS. Al-Furqan : 43)

Tujuan utama seorang muslim yang berpuasa yaitu agar bisa meraih ketakwaan. Adapun, al-Quran sendiri, sebagai kitab suci umat Islam juga menyebutkan bahwa al-Quran merupakan petunjuk, hidayah atau guidence of live bagi orang yang bertakwa.

Bahwa sejatinya, orang yang bertakwa atau orang yang mendapat kebajikan itu, ialah orang yang hanya percaya kepada Allah, hari akhir, para malaikat, kitab-kitab Allah, para nabi, juga menegakan salat, membayar zakat, menyantuni segenap hamba Allah: fukara, orang-orang miskin, ibnu sabil. Selanjutnya, memenuhi janji ketika berjanji/tidak pernah ingkar janji, sabar dalam keadaan terhimpit.

Adapun, salah satu ciri lain daripada orang yang bertakwa ialah menyerahkan seluruh kehidupannya secara total hanya untuk Allah semata, menjadi ‘ibâdullâh/ ‘ibâdurrahmân (hamba Allah atau hanya menyembah Allah semata).

BACA JUGA: Keberkahan Makan Sahur

Namun, ternyata di samping ada orang yang menyembah hawa nafsunya, sebagaimana dalam QS. Al-Furqan: 43 di atas, ternyata masih banyak orang yang menyembah setan.

Sehingga, disebutkan di dalam QS. Yasin: 60
“Bukankah Aku (Allah) telah memerintahkan kepadamu wahai bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”.

Untuk itu, agar setiap muslim selamat dari penyimpangan-penyimpangan tersebut, dibutuhkan suatu cara yang efektif. Adapun, cara mengendalikan nafsu yang paling efektif dan ampuh ialah dengan berpuasa, di samping dengan melakukan zikir, salat, sedekah dan sebagainya. Orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu berarti dapat memenangkan jihad al-akbar (jihad yang lebih besar).

Hawa nafsu itulah yang menjadi indikator apakah seseorang itu baik ataukah jahat. Atau bisa juga menjadi ukuran menilai seseorang, apakah secara penampilan dan hakikat membela yang haq (benar) ataukah secara penampilan/hakikat membela yang batil (salah).

Lukman al-Hakim, orang yang tidak asing lagi di kalangan umat Islam, namanya diabadikan menjadi nama sebuah surat dalam al-Quran, dalam satu riwayat ia merupakan seorang budak. Nama Lukman menjadi sangat masyhur karena wisdom of live atau kebijakan hikmahnya.

Dalam suatu kitab diceritakan bahwa Lukman pernah berpesan kepada anaknya,
“Wahai anakku, jika perutmu penuh dengan makanan, maka pikiranmu akan tidur, dan anggota badanmu akan malas untuk beribadah”

Jika makan secukupnya dan tidak berlebihan, maka pikiran akan menjadi jernih. Namun, apabila urusan makan diunggulkan atau kesenangan makan dimanjakan, maka akibatnya akan cukup buruk. Dengan berpuasa itulah, harapannya menjadi ‘detoksi’ ruhani dan jasmani.

Terakhir, perlu menjadi kewaspadaan bersama bahwa perbedaan antara penguasa dan rakyat biasa (dhuafa) dalam menghadapi hawa nafsu. Orang yang tidak memiliki jabatan apapun atau rakyat jelata tadi ketika datang nafsu untuk berkuasa, maka hanya sebatas angan-angan saja atau dreaming.

Sementara, bagi para pejabat, penguasa yang timbul nafsu tersebut dan tergelincir di dalamnya, maka akibatnya akan sangat berbahaya, bahkan mampu membahayakan seluruh rakyat yang tinggal di dalamnya.

InsyaAllah dengan menunaikan puasa Ramadhan 1443 H ini dan dilanjutkan dengan selalu berpuasa sunnah (ayammulbidh, serta Senin Kamis) kita akan mampu mengendalikan hawa nafsu dalam menjalani roda kehidupan dunia.

fimdalimunthe55@gmail.com

Artikel ini telah dibaca 151 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Oligarki Digital dan Zombie Metaverse

18 Mei 2022 - 06:44 WIB

Untung Ada Vina Panduwinata & Reza Artamevia Menemani Keliling Melbourne

17 Mei 2022 - 20:06 WIB

Kunci Ketenangan

17 Mei 2022 - 07:50 WIB

Demo Mahasiswa dan Reproklamasi Republik

15 Mei 2022 - 07:43 WIB

Oligarki Merampas Masa Depan Mahasiswa

14 Mei 2022 - 09:38 WIB

Melbourne Kota Ternyaman Dunia namun Kejam bagi Perokok

12 Mei 2022 - 10:46 WIB

Trending di kempalanalisis