Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 07:55 WIB
Surabaya
--°C

The Front Runner

Polarisasi akibat pilgub DKI 2017 yang membelah publik menjadi dua kelompok kampret  vs cebong merantak sampai ke pilpres 2019. Pertarungan kaceb bertransformasi menjadi pertempuran antara kadrun vs cebong. Polarisasinya tetap berpusat pada kelompok islamis berhadapan dengan kalangan nasionalis liberal sekular.

Pilgub DKI menjadi ajang pertarungan politik digital antara dua pihak yang bersaing. Kampanye komputasional yang dilakukan kedua pihak sangat terbuka, masif, dan cenderung brutal. Masing-masing kubu mengklaim mempunyai legitimasi etik untuk menyerang lawannya tanpa mengindahkan etika-etika demokrasi.

BACA JUGA: Harga Mati

Dalam tradisi demokrasi liberal serangan dengan mempergunakan teknik negative campaign adalah sesuatu yang sah dan absah. Seorang kandidat bisa saja dihajar oleh isu negatif mengenai apa saja, termasuk masalah pribadi, sepanjang semuanya didasari oleh fakta. Tapi, melempar isu yang spekulatif tanpa bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan bisa masuk dalam kategori black campaign yang murahan dan nista.

Publik tahu bahwa PSI melakukan crusade, perang jihad, melawan Anies Baswedan. PSI menjadi the front runner untuk mengadang Anies. Segala cara dipakai untuk mencegah Anies menjadi presiden. Hal itu sudah ditegaskan secara terbuka oleh ketua PSI Giring Ganesha.

Menjelang masa-masa terakhir kepemimpinannya sebagai gubernur DKI Anies menjadi ‘’The Front Runner’’ yang potensial. Masih ada beberapa front runner lainnya seperti Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Tetapi, Anies mempunyai potensi untuk menjadi the front runner di posisi terdepan.

Grace Natalie, mantan wartawan yang melanjutkan karir menjadi politisi, tentu tahu tradisi jurnalistik investigasi yang mengubah secara dramatis peta politik di berbagai negara. Fenomena di Amerika membuktikan ketajaman jurnalisme investigasi bisa menggulingkan Hart, dan Nixon, dan hampir menjatuhkan Clinton.

BACA JUGA: Sang Kaisar

Tapi yang dilakukan Grace baru sebatas melempar isu yang ‘’spurious’’, meragukan, mengenai hubungan Anies dengan insiden Armando. Kalau saja Grace bisa memberikan bukti-bukti invesitgatif sekelas jurnalisme Amerika, tidak mustahil laporannya akan bisa mengubah konstelasi politik Indonesia 2024.

Tapi, kalau isu yang dilempar hanya sekadar spekulasi yang lemah, The Front Runner bisa-bisa malah makin melaju tak terbendung. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.