Fiedler dan timnya mengkonfrontasi Hart. Ia menolak menjawab pertanyaan mengenai kehidupan pribadinya. Segera setelah itu, di tengah pertanyaan yang tak henti-hentinya mengenai kehidupan pribadinya ia mengundurkan diri dari persaingan.
Keputusan itu diambil Hart setelah Fiedler menyodorkan foto Hart bersama Rice di kapal prsiar. Hart tidak bersedia memberi konfirmasi atau memberi wawancara. Ia memilih mundur dari pencalonan dan meninggalkan misteri politik sampai sekarang.
BACA JUGA: Anies 4 President
Tradisi politik liberal Amerika menghalalkan semua cara untuk menjatuhkan karir politik seorang politisi selama hal itu didukung oleh fakta. Hal itu disebut sebagai negative campaign. Selama kampanye negative didukung oleh fakta hal itu diperbolehkan. Tetapi kampanye hitam, black campaign yang hanya didukung oleh desas-desus dan spekulasi murahan menjadi hal tercela dan haram dalam tradisi politik demokrasi dan pers di Amerika.
Di Indonesia, kampanye negatif dan kampanye hitam menjadi dua hal yang silang sengkarut tidak keruan. Publik tidak bisa lagi membedakan mana kampanye negatif dan mana kampanye hitam. Kemampuan literasi media yang sangat rendah membuat publik melahap apa saja yang disajikan oleh media.
Menjelang pilpres yang tinggal dua tahun lagi eskalasi kampanye negatif dan kampanye hitam itu makin meningkat. Pengeroyokan terhadap Ade Armando menjadi isu politik yang menjadi perbincangan luas sampai menenggelamkan isu utama demonstrasi mahasiswa (11/4).
BACA JUGA: Dialektika Digital
Petinggi Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie menyebut para pengeroyok ada hubungan dengan kelompok relawan Anies Baswedan. Simpulan itu diambil setelah melihat tangkapan layar pembicaraan di WA group kelompok orang yang menamakan dirinya ‘’Relawan Anies 4’’. Di situ ada perbincangan yang menginformasikan keberadaan Ade Armando pada demonstrasi mahasiswa itu. Dari tangkapan layar itu Grace Natalie mengaitkan pengeroyokan itu dengan kelompok relawan Anies.
Pengeroyokan Ade Armando menjadi salah satu bukti kesekian kalinya bahwa politik Indonesia semakin sering bersinggungan dengan kekerasan. Pengeroyokan Ade Armando adalah resonansi empirik dari kerasnya polarisasi publik terhadap isu-isu politik.
Dua tahun menjelang perhelatan pilpres polarisasi politik publik semakin keras dengan munculnya isu-isu politik yang desisive seperti penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan kepresidenan.
Jokowi sudah melarang jajaran kabinetnya untuk berbicara mengenai penundaan pemilu dan wacana perpanjangan masa kepresidenan 3 periode. Jokowi sudah melantik anggota KPU dan Bawaslu dan sudah menegaskan bahwa tahapan pemilu sudah bergulir dan hari H sudah diputuskan dan disepakati Rabu 14 Februari 2024.
Tapi sebagian mahasiswa tidak begitu yakin dengan pernyataan Jokowi. Pernyataan itu tidak menghentikan demonstrasi mahasiswa, hanya menggeser lokusnya saja dari Istana ke Gedung DPR RI Senayan. Pernyataan Jokowi tidak cukup meyakinkan sejumlah mahasiswa UI (Universitas Indonesia) yang mencegat Luhut Panjaitan dalam kunjungan ke UI dan mencecarnya dengan pertanyaan seputar wacana penundaan pemilu dan big data yang diklaim Luhut sebagai sumber wacana perpanjangan periode kepresidenan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi