SURABAYA-KEMAPALAN: Warga Gang Tembusan, Gembong Sawah, Surabaya, agak aneh.
Saat Pemkot ingin perlebar gang buntu menuju ke rumahnya, mereka rame-rame menolak.
Mantan ketua RW III, juga ikut menolak. Alasannya, soal keamanan.
Lantas mereka membuat pernyataan. Untuk disampaikan ke walikota Surabaya. Isinya. Bila pagar pembatas itu dibongkar. Khawatir akan keamanannya. Tak terjamin lagi seperti sekarang.
“Waduh. Bahaya kalau gang ini dilebarkan. Kami tidak aman lagi seperti sekarang,” kata Ibu Sulasti Wijaya, kepada wartawan.
BACA JUGA: Pemkot Minta Dibongkar Warga Menolak
Kata dia. Selama ini sangat terbantu dengan tembok yang dibangun Betjik Djojo tersebut. Tak sembarang orang bisa datang ke sana. Sehingga mereka pun aman. Belum lagi dengan keberadaan security, yang setiap saat lakukan patroli.
“Keberadaan security Betjik Djojo, sangat memberikan kenyamanan buat kami,” tutur Ibu Lingga menambahkan.
“Saya begitu dengar kabar kalau gang ini diperlebar, semalam tidak bisa tidur,” cerita, Suliatiani, yang sudah 50 tahun berdomisili di hujung barat gang buntu tersebut.
“Tengah malam saya bermohon kepada Tuhan. Agar gang ini, tidak jadi dilebarkan,” tambahnya lagi.
Ungkapan yang sama, juga disampaikan oleh Ibu Sulasti Wijaya, yang rumahnya bersebelahan dengan rumah milik Betjik Djojo itu.
Kata dia. Bila gang di depan rumahnya itu diperlebar, dapat dipastikan tingkat keamanan di wilayahnya, bakal riskan.

Padahal, sekarang kenyamanannya sudah bisa dirasakan. “Kami merasa nyaman dengan keadaan seperti sekarang. Lagi pula, hampir tiap jam, security Betjik Djojo, selalu kontrol di tempat kami,” ungkapnya.
Pernyataan warga itu, akan diteruskan Betjik Djojo, ke Pemkot Surabaya. Untuk dijadikan sebagai pertimbangan.
Sebab, jumlah warga di gang itu, hanya lima kepala keluarga. Satunya lagi milik Betjik Djojo.
Dan keberadaan Betjik Djojo di sana, bukan baru. Sudah puluhan tahun yang silam.
Pemiliknya, juga lahir dan besar di tempat itu. Hingga tak heran, kalau warga dengan pemilik Bentik Djojo, sudah sangat akrab.
Mantan Kerua RW III, Suyanto, juga keberatan dengan gang di wilayahnya itu, dibongkar.
Kalau Apong yang mengadu, itu salah. “Dia itu, warga RW IV. Gang ini, masuk wilayah kami. RW III, “ kata Suyanto.
Seperti warga yang lain, dia juga khawatir, bila gang itu dibongkar. (Din)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi