MOSKOW-KEMPALAN: Pada saat ini, beberapa negara Barat mulai melakukan larangan impor kepada minyak dan gas Rusia karena tindakan operasi militernya di Ukraina.
Namun, kebanyakan negara-negara di dunia, terlebih lagi Eropa, masih memiliki ketergantungan kepada minyak dan gas Rusia.
Terlepas dari semakin masifnya sanksi kepada komoditas minyak dan gas Rusia, ternyata masih banyak negara yang membeli minyak dan gas dari Rusia.
Daftarnya adalah:
- Indonesia dibawah perusahaan Pertamina
Pertamina pada saat ini memiliki rencana untuk membeli minyak Rusia dengan alasan harga yang murah dan letak geopolitik yang tepat.
Direktur Utama Pertamina yaitu Nicke Widyawati juga sudah mengatakan bahwa minyak asal Rusia tersebut akan diolah di kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat.
- Bulgaria dibawah perusahaan Neftohim Burgas
Bulgaria masih bergantung 60% kepada minyak Rusia, dan pada saat ini masih melanjutkan impor minyak dari Rusia.
- Jerman dibawah perusahaan MiRo, Leuna, dan PCK Schwedt
Jerman masih sulit untuk memutus ketergantungan minyak dari Rusia, oleh karena itu, dibawah perusahaan ini, Jerman masih melakukan impor minyak dari Rusia.
- Yunani dibawah perusahaan Hellenic Petroleum
Perusahaan minyak utama dan terbesar di Yunani menampung 15% minyak Rusia dan pada saat ini masih memiliki rencana untuk tidak memutus minyak dari Rusia.
Disebutkan juga bahwa Yunani akan menambah pasokan minyak dari Arab Saudi.
- Italia dibawah perusahaan ISAB
Italia masih akan mengandalkan impor minyak dari Rusia, ditengah sanksi yang dialami oleh Rusia.
- Belanda dibawah perusahaan Zeeland Refinery, dan Rotterdam Refinery
Zeeland Refinery pada saat ini masih memiliki ketergantungan suplai sebesar 45% minyak dari Rusia.
- India dibawah perusahaan Hindustan Petroleum, Indian Oil Corp. Dan Naraya Energy
India memang secara terang-terangan tertarik untuk membeli minyak dari Rusia karena harganya yang sangat murah dari harga minyak dunia.
Berdasarkan data yang ada, pada saat ini, India membeli setidaknya 13 juta barel minyak dari Rusia pada Februari 2022.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera/CNBC/Bloomberg)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi