Sebagai manusia dan presiden tentu Jokowi merasa bersalah, ketika kebijakan dia selama ini tidak banyak bisa dirasakan oleh rakyatnya, padahal menyejahterakan rakyat adalah tugas utama konstitusi yang harus dia emban. Namun pada kenyataannya, sampai menjelang masa jabatan dua periodenya, kehidupan masyarakat tidak semakin baik, kemiskinan tidak kunjung membaik, pengangguran tidak kunjung tertangani, janji 10.000 kesempatan kerja, ternyata banyak diisi oleh tenaga-tenaga kerja dari China, meski itu hanya tenaga kasar yang tak butuh teknologi tinggi.
Jokowi tentu banyak belajar dari peristiwa-peristiwa sebelumnya, bagaimana akhir sebuah kekuasaan. Jokowi tentu tak ingin diakhir kekuasaannya, dia dikenang sebagai presiden yang banyak bohong, tidak berpihak pada rakyat, atau presiden yang tidak bisa berbuat apa apa. Jokowi pasti ingin menunjukkan dirinya sebagai presiden yang berpihak kepada rakyat.
BACA JUGA: Anies-Puan, PDIP bersama Trah Soekarno Bertahan
Jokowi nampaknya mulai terusik hati nuraninya dengan kenyataan yang terjadi ditengah masyarakat. Jokowi sadar bahwa banyak sekali dia mendapatkan informasi yang tidak benar dan berpotensi menjerumuskannya.
Isu pemunduran pemilu dan perpanjangan massa jabatan presiden, serta alasan demokrasi yang tak masuk akal, cepat dia sadari, meski setelah mendapatkan perlawanan internal dari partai pendukungnya sendiri, seperti Nasdem, PDIP, PPP dan bahkan Gerindra, setelah sebelumnya mendapatkan penolakan dari PKS dan Partai Demokrat.
Lalu kemana bandul harapan Jokowi? Nampaknya Jakarta menjadi keberpihakan yang bisa dibanggakan Jokowi. Anies sebagai gubernur yang merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat, ternyata mampu menterjemahkan tugas-tugas konstitusi yang diemban oleh pemerintah pusat.
BACA JUGA: Watak Kurawa Menyelinap di Istana
Keberpihakan Anies kepada rakyat Jakarta begitu jelas dan terlihat sigap. Dalam hal hilangnya minyak goreng di pasaran, Anies sudah memerintahkan jajarannya untuk menggelar operasi pasar minyak goreng murah, tujuan Anies jelas ingin membantu warga Jakarta mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok yang terjangkau, tidak ada yang salah dan ini mulia, namun sayangnya niat mulia ini diganjal oleh pembantu Jokowi sendiri.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi