Prestasi Anies dalam meneterjemahkan tugas konstitusi yang harus diemban Jokowi sudah sangat banyak dilakukan untuk rakyat Jakarta, Anies mensubsidi harga air dari Rp 32 000 perkubik Rp 8000. Jakarta juga tercatat sebagai kota yang tingkat polusinya berkurang, dengan banyaknya pengurangan penggunaan gas emisi, misalnya layanan gratis transportasi massal dan terintegrasi, trotoar-trotoar dilebarkan dan dibuat indah dan nyaman untuk pejalan kaki. Yang monumental adalah Anies memberikan sertifikat IMB kepada 1000 kepala keluarga dan mencabut aturan yang melarang pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun pengalihan hak atas tanah di Kelurahan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Anies tak bisa dipungkiri adalah sosok Gubernur yang berpihak dan selalu hadir disetiap persoalan yang dihadapi warganya.
Anies bekerja dalam senyap, tapi mampu membuktikan janji-janjinya, dan inilah yang “membanggakan” Jokowi.
Pembangunan JIS yang berkaliber internasional dan merupakan yang terbaik di Asia tentu juga akan menjadi catatan kebaikan Jokowi terhadap Anies, belum lagi nanti di bulan Juni 2022, kalau ajang Formula E terlaksana, tentu akan membantu meningkatkan geliat ekonomi Indonesia dan keharumannya di manca negara.
Meminjam analisa Freud seorang ahli psikologi analisa, bahwa apa yang dilakukan Jokowi saat ini adalah bentuk kesadaran hati nurani. Marahnya Jokowi adalah hal wajar sebagai seorang yang sadar mengetahui bahwa dia telah dibohongi.
Kini tinggal Anies lah yang bisa diharapkan oleh Jokowi agar dia bisa mengakhiri kekuasaannya dengan husnul khatimah. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi