Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 21:07 WIB
Surabaya
--°C

Konflik Rusia-Ukraina Tunjukkan Keretakan Hubungan AS-Timur Tengah

Pertemuan Al-Assad dengan UAE-DW

WASHINGTON D.C-KEMPALAN: Dengan adanya Operasi Militer Rusia di Ukraina, konflik tersebut kemudian semakin membongkar keretakan antara pihak AS dengan salah satu mitra terbaiknya di Timur Tengah yaitu Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Salah satu bukti terbesaar dari adanya keretakan hubungan AS-Timur Tengah bisa dilihat dari adanya tindakan Uni Emirat Arab yang bertemu dengan Presiden Suriah yaitu Bashar Al-Assad meskipun dikecam secara kecam oleh AS.

Kunjungan Al-Assad tersebut merupakan kunjunagn pertamanya ke negara-negara Arab setelah adanya Perang Suriah tahun 2011 dan setelah tindakan Suriah yang mendukung tindakan Rusia di Ukraina.

“Al-Assad datang ke Uni Emirat Arab, tidak lama setelah negara-negara Arab memilih Abstain dalam Pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk mengecam tindakan Rusia. Hal tersebut kemudian menunjukkan bahwa Timur Tengah sudah mulai serius untuk memutus otonomi dari AS’ ucap Giorgio Cafiero yang merupakan CEO dari perusahaan Analis yaitu Gulf State Analyitics.

Cafiero kemudian juga mengatakan bahwa Biden mencoba untuk menghindari konfrontasi dengan mitranya di Timur Tengah dalam konflik Rusia-Ukraina.

“AS mencoba untuk membawa negara-negara Arab untuk melawan Putin—dan mencoba negara-negara Arab untuk bekerja sama dengan negara-negara tersebut untuk menghindari semakin meluasnya dampak konflik ke AS. Dalam konteks ini, Biden tidak menginginkan adanya konfrontasi dengan Timur Tengah”.

Abstainnya Uni Emirat Arab pada proposal Dewan Keamanan PBB yang kemudian ditambah dengan adanya kabar bahwa pihak Uni Emirat Arab dan Arab Saudi tidak mengangkat panggilan telepon dari AS kemudian menambah kuat argumen tersebut.

Namun melansir dari Aljazeera, pihak White House menolak anggapan tersebut dan menegaskan bahwa hubungan AS dengan negara tersebut masih baik-baik saja.

Pada minggu lalu juga, Wall Street Journal menyebutkan bahwa Arab Saudi sedang melakukan panggilan dengan Tiongkok untuk segera meninggal Dollar AS dan menggantinya ke Yuan untuk melakukan transaksi minyak.

(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.