Senin, 1 Juni 2026, pukul : 06:38 WIB
Surabaya
--°C

Halal

Kalangan liberal—di Amerika diwakili oleh Partai Demokrat—percaya bahwa birokrasi pemerintah harus dibuat ‘’mean and lean’’ ramping dan lincah, tidak terlalu gemuk supaya tidak susah bergerak. Kelompok Demokrat pro dengan peran pemerintah yang minimalis dan lebih memberi kepercayan kepada publik untuk mengurusi urusan mereka sendiri.

Kelompok Demokrat dan liberal disebut sebagai kelompok yang cenderung kiri karena lebih percaya kepada liberalisme, sekularisme, dan pluralisme. Karena itu Demokrat bisa menerima orang-orang kulit hitam dan kulit berwarna serta para imigran. Demokrat juga lebih toleran terhadap pluralisme agama dan mendukung LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), termasuk mendukung pernikahan sesama jenis.

BACA JUGA: Dokter Sunardi

Secara filosofis kelompok Demokrat berseberangan dengan kelompok Partai Republik yang diasosiasikan dengan konservatisme agama dan cenderung ada di posisi kanan pendulum politik. Partai Republik mendapat dukungan kuat dari pengikut Protestan yang saleh yang menolak LGBT dan pernikahan sejenis. Kelompok konservatif kiri ini lebih cenderung kepada eksklusivisme kulit putih dan tidak ramah terhadap kalangan kulit berwarna dan imigran.

BACA JUGA  Sabet Golden Ticket Unesa dan Tembus Skuad Uber Cup 2026, Thalita Ramadhani Berkilau di Jalur Prestasi Dunia dan Akademik

Kelompok Republikan yang konservatif lebih percaya kepada peran negara yang lebih besar dalam mengurusi kepentingan publik. Berbanding terbalik dengan Demokrat, Partai Republik lebih suka bentuk birokrasi pemerintahan yang gemuk.

Gus Dur lebih akrab dan dekat dengan ide-ide liberal Partai Demokrat. Karena itu Gus Dur ingin supaya birokrasi pemerintahan dibuat langsing dan lincah, dengan mengurangi peran pemerintah sebanyak mungkin dalam urusan publik.

BACA JUGA: Super Semar

Itulah yang mendasari keinginan Gus Dur untuk membubarkan Departemen Sosial. Dalam pandangan Gus Dur urusan-urusan sosial sebaiknya diurus sendiri oleh publik dan negara tidak perlu turut campur terlalu detail.

Itulah pula yang mendasari ide Gus Dur untuk membubarkan Departemen Agama ketika itu.  Gus Dur, berpendapat sebaiknya negara tidak mengurusi agama agar agama tidak dijadikan sebagai alat politik dan ekonomi.  Gus Dur menimbang untuk membubarkan Departemen Agama  dengan alasan ‘’Depag sudah menjadi pasar, karena semua ada di Depag, kecuali agama itu sendiri yang tidak ada.”

BACA JUGA  Sidoarjo Raih WTP 13 Kali Beruntun: Bukti Ketatnuya Tata Kelola di Tengah Pusaran Badai OTT Jawa Timur
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.