AUSTIN-KEMPALAN: Pembalap Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo hanya terpaut 48 poin dari pesaing terdekatnya Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team). Dengan hanya tersisa 4 seri balapan, maka GP Amerika di Circuit of the Americas (COTA), Austin, bisa jadi salah satu penentu titik akhir persaingan keduanya.
Podium teratas di Austin bakal membuka peluang Quartararo memenangi juara dunia MotoGP musim ini. Paling cepat terjadi di GP Algarve, 7 November mendatang. Tapi Pecco (sapaan karib Bagnaia) disebut-sebut takkan melepaskan podium pertama ke Quartararo.
Tekanan tentu saja berada di pundak Quartararo. Apalagi dalam dua GP terakhir di Aragon dan Misano dia selalu menuntaskan balapan dengan diasapi Bagnaia. ’’Tentu saja saya berada dalam situasi yang sulit,’’ ucap Quartararo.
Selain berkaca dari dua persaingan terakhir dengan Bagnaia, pembalap yang berjuluk El Diablo itu pun tak punya tradisi menguasai podium sejak bertarung di MotoGP pada musim 2019 lalu. Pada musim 2019, dia hanya finis di urutan ketujuh.
Podium terakhirnya di sana bahkan terjadi saat dirinya masih membalap di Moto3 bersama Team Estrella Galicia 0,0, 2015 silam. Saat itu dia bisa finis di urutan kedua. ’’Saya takkan melampaui batas saya, tetapi jika saya bisa mencapai sesuatu di Misano atau sesuatu yang lebih baik lagi di Austin, saya akan melakukannya,’’ koar pembalap yang sudah lima kali naik podium teratas di musim ini tersebut.
Di sisi lain, ambisi Quartararo itu takkan dibiarkan Bagnaia. Murid Valentino Rossi tersebut tak boleh melakukan kesalahan sekecil apapun dan harus menyerang habis-habisan. Memang dengan selisih 48 poin dari empat balapan tersisa bukan berarti tak mungkin baginya mengkudeta posisi Quartararo.
Apalagi, sama seperti Quartararo, Bagnaia juga belum pernah memenangi balapan di COTA. Dia saat dua musim lalu bahkan tercecer finis di posisi kesembilan. Namun, dengan melihat performa Desmosedici GP21 musim ini, dia konfiden bisa melahap COTA. ’’Saya pikir motor kami pada musim ini lebih cocok di semua kondisi dan di semua trek,’’ klaim pembalap 24 tahun itu.
Dia pun mengibaratkan COTA dengan Sirkuit Silverstone. Di sirkuit tersebut, dia tercecer finis di posisi ke-14 ketika Quartararo jadi pemenang. ’’Mungkin lebih sulit tetapi serupa, dan kami di sana masih bisa melaju dengan cepat. Jadi saya pikir kami juga bisa kompetitif di sini (Austin),’’ koarnya.
’’Kami membutuhkan kesempatan untuk tetap di depan, sehingga kami harus kompetitif,’’ lanjut Bagnaia. Minimal, dalam FP1 dan FP2 yang berlangsung pada Jumat (1/10) dia dituntut supaya sudah merasakan feeling-nya dengan trek COTA. Sehingga saat sesi kualifikasi Sabtu (2/10) dia bisa kembali memastikan pole position. Persis seperti di Aragon dan Misano. (MotoGP, Yunita Mega Pratiwi)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi