Senin, 20 April 2026, pukul : 00:33 WIB
Surabaya
--°C

Super Semar

KEMPALAN: Presiden kedua Republik Indonesia Jenderal Besar TNI (purn) H.M Soeharto (1921-2008) mempunyai selera yang tidak biasa dalam mengidentifikasikan diri dengan tokoh wayang. Biasanya, para pejabat mengidentifikasikan dirinya dengan para ksatria yang tampan, gagah perkasa, dan sakti mandraguna. Tapi, Pak Harto lebih suka mengindentifikasikan dirinya dengan tokoh punakawan dari kalangan rakyat jelata.

Tokoh wayang idola Pak Harto adalah Semar yang dikenal sebagai punakawan yang mengabdi kepada raja-raja Pandawa yang berjumlah lima orang, Puntadewa, Bisasena, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

Punakawan adalah rakyat jelata yang mengabdikan hidupnya kepada para ksatria dan menjadi pelayan setia kemanapun para kstaria itu bertugas. Semar menjadi punakawan para kstaria Pandawa bersama tiga anaknya, Gareng, Petruk, Bagong.

Empat sekawan punakawan Pandawa itu sangat setia kepada majikannya. Mereka semua digambarkan sebagai sosok dengan penampilan fisik yang ‘’nganeh-nganehi’’, yang tidak lazim dibanding manusia pada umumnya.

Semar bertubuh ekstra tambun dengan perut ekstra buncit. Gareng si anak sulung badannya kurus kecil dan kakinya pincang. Petruk si anak nomor dua badannya kelewat tinggi dengan hidung panjang yang melebihi porsi normal. Bagong di bungsu bertubuh pendek gemuk dengan mata ekstra melotot yang menghabiskan porsi muka.

BACA JUGA: MUI dan Islamisme

Kendati bentuk fisik tidak sempurna tapi tabiat para punakawan itu sangat setia dan jujur. Mereka menemani bendara mereka dalam suka dan duka. Dalam setiap episode apapun para punakawan itu selalu hadir mendampingi bendaranya.

Budaya politik Indonesia kontemporer sangat dipengaruhi oleh filosofi pewayangan. Para politisi dan pejabat mengambil cerita dan karakter dalam pewayangan sebabagi filosofi politik. Banyak di antara para elite politik dan birokrasi yang mengidentifikasikan dirinya dengan tokoh wayang tertentu.

BACA JUGA: The Hunger Games

Umumnya yang diambil sebagai idola adalah para ksatria seperti Puntadewa yang dianggap sebagai simbol ksatria yang jujur dan bijaksana. Bimasena, adik Puntadewa, banyak sekali diidolakan oleh para pejabat karena penampilan fisiknya yang tinggi besar dan gagah perkasa. Arjuna sangat banyak diidolkan karena wajahnya yang sangat tampan dan kemahirannya dalam peperangan.

Figur ksatria lain yang paling banyak diidolakan adalah Gatutkaca, putra Bimasena, yang punya kesaktian tinggi dan bisa terbang seperti superman. Gatutkaca sangat kuat dan kebal senjata, dan fisiknya sangat tangguh sehingga disebut ‘’otot kawat balung wesi’’, berotot kawat dan bertulang besi.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.