Di tengah ketidakpastian informasi, dibutuhkan kecerdasan masyarakat untuk menilai dan memastikan realitas sesungguhnya seorang pemimpin. Hal yang paling mudah dilakukan adalah melihat rekam jejak keseharian yang dilakukan. Bila antara kata dan perbuatan tak sama, maka bisa dipahami bahwa pemimpin itu sedang mencitrakan dirinya.
Pemimpin yang gemar mencitrakan bisa dipahami sebagai sosok yang minim prestasi, minim gagasan dan minim keberpihakan. Sehingga bisa dilihat citra yang ditampilkan antara satu dengan yang lain terkesan dipaksakan dan terasa tidak terkonsep. Yang penting jalan, rakyat bisa dipengaruhi, mesti dipenuhi dengan kepalsuan dan ketidakjujuran. Aksi yang dilakukan pun terkadang mencederai rasa kemanusiaan dan akal sehat kita.
BACA JUGA: Di Jakarta Anies Semakin Manis, di Wadas Ganjar Terhempas
Kita pernah punya pengalaman pahit hadirnya pemimpin yang lahir dari pencitraan. Bangsa menjadi terbelah, pemimpin sibuk mencitrakan diri, minim prestasi, sehingga anggaran negara dibelanjakan sia-sia untuk membiayai para buzzerRp predator pengkhianat reformasi, bahkan kepentingan rakyat diabaikan, lebih berpihak kepada kepentingan oligarki yang menghalalkan segala cara.
Akankah model kepemimpinan ini akan kita ulangi? Kembali berpulang pada kita semua.
BACA JUGA: Jangan Ragukan Anies!
Sebagai penutup tulisan ini, akal sehat kita bisa memetakan siapa di antara calon presiden kita yang lahir dari oligarki dan tidak, biasanya calon pemimpin yang lahir dari rahim oligarki akan didukung habis-habisan oleh kelompok jahat dengan menghalalkan segala cara. Sebaliknya pemimpin yang lahir dari rahim rakyat, akan dihadang dan dianggap musuh, maka dia akan diserang, dijatuhkan dan difitnah. Karena pemimpin seperti ini akan mengancam kerakusan oligarki dan penguasa rakus.
Jejak pemimpin Jakarta mengabarkan betapa Anies adalah pemimpin tanpa pencitraan, minim publikasi, banyak prestasi, menyatu antara kata dan perbuatan, berpihak kepada kepentingan rakyat dan yang menyedihkan di negara yang menganut Demokrasi Pancasila, Anies dihadang bahkan dijatuhkan, meski Anies hadir sebagai pemimpin yang tanpa pencitraan. (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi