Oleh: Isa Ansori (Kolumnis)
KEMPALAN: Kurun waktu Januari 2022 sampai dengan Maret 2022, banyak terjadi peristiwa-peristiwa sosial yang berdampak pada persoalan politik.
Dalam kurun waktu tersebut berbagai survey politik menempatkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjadi top trending sebagai calon presiden 2024. Tak mengherankan jika kemudian sorotan publik kepada keduanya mengalami beban yang berlebihan dan kadang berakibat pada imbas politik keduanya.
Sebagai Gubernur tentu Anies dan Ganjar sadar betul tugasnya adalah melayani dan mensejahterakan warganya. Anies dan Ganjar sama-sama dikenal oleh warganya.
Namun sayangnya dalam proses mengenal di paruh Februari 2022, keduanya mengalami peristiwa yang berbeda.
BACA JUGA: Jangan Ragukan Anies!
Anies di Jakarta dikenal sebagai gubernur yang toleran, melayani, berpihak pada kepentingan rakyat, sehingga Aniespun menuai banyak pujian dari masyarakatnya. Bahkan dalam survey tentang kepuasan, sebanyak 86% masyarakat Jakarta merasa puas dengan kinerja Anies.
Hal ini didasarkan pada survey terbaru yang dilakukan oleh lembaga penelitian kebijakan dan opini publik Populi Center, yang dirilis tanggal 9 Februari 2022, sebanyak 73,3% responden mengaku puas cg dengan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Sementara untuk tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta juga relatif tinggi, dengan rerata tingkat kepuasan pada angka 7,61 dari skala 1-10 dan akumulasi skor 6-10 (positif/puas) sebesar 86%.
BACA JUGA: Anies Merangkul Semua
Ganjar sebaliknya, diawal, 9 Februari 2022, mengalami “kecelakaan” Sosial di Wadas. Ganjar dengan SK yang menjadi kewenangannya, membuat masyarakat Wadas tersayat-sayat memelas, akibat kekerasan yang dilakukan oleh aparat. Wadas pun menjadikan Ganjar terkapar.
Sementara itu ditanggal yang sama, 9 Februari 2022, Sebagaimana yang diberitakan oleh CNN, Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan tindakan pemerintah dan aparat bukan saja membuat tidak nyaman, melainkan menyiksa warga Desa Wadas.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi