Gerakan melawan kudeta terhadap masyarakat demokratis sedang berlangsung di Myanmar dan Thailand. Di Myanmar masyarakat demokratis menentang kudeta militer terhadap Aung San Suu Kyi pemimpin Partai Nasional Liga Demokrasi, NLD, yang memenangkan pemilu secara sah dan konstitusional.
Merespons kudeta yang dilancarkan militer, masyarakat sipil Myanmar yang terdiri dari berbagai elemen, seperti buruh, pegawai negeri, pekerja kantoran, tenaga medis, pelajar, dan mahasiswa, menggelar aksi unjuk rasa di berbagai kota. Para pengunjuk rasa menuntut pembebasan Suu Kyi dan pejabat partai NLD, serta menuntut militer mundur dari pemerintahan.
BACA JUGA: Sekarat
Di Thailand, masyarakat demokrasi melakukan perlawanan terhadap oligarki politik yang tersembunyi di balik sistem monarki yang dianggap otoriter dan sewenenang-wenang. Berbagai upaya represif dilakukan untuk menghentikan gerakan itu, tetapi sampai sekarang gerakan tetap berlangsung dan bahkan berkembang makin besar.
Ada kesamaan dalam dua gerakan itu. Keduanya sama-sama digerakkan oleh civil society, masyarakat sipil, menghadapi oligarki yang terdiri dari kekuatan militer, politisi, dan pemilik modal.
Dalam menjalankan aksinya para aktivis demokrasi di dua negara itu sama-sama memakai simbol perjuangan tiga jari. Mereka melawan dengan turun ke jalan, dan melakukan perlawanan melalui media sosial.
Di media sosial, tagar #WhatsHappeningInMyanmar digunakan oleh warganet untuk memperlihatkan situasi terkini di Myanmar kepada seluruh dunia. Foto serta video yang beredar, menunjukkan ribuan orang berdemonstrasi, meneriakkan protes, dan aksi brutal aparat yang mencoba membubarkan mereka.
BACA JUGA: Chelsea
Dalam beberapa foto, terlihat pengunjuk rasa di Myanmar menggunakan gestur salam tiga jari, mengecup jari telunjuk, tengah, dan kelingking, lalu mengangkatnya ke udara. Salam tiga jari disebut menyimbolkan semangat perlawanan sipil, yang menuntut kebebasan serta menentang opresi dari aparat militer.
Melalui sosial media, gestur itu menyebar luas dan menjadi simbol perlawanan serta solidaritas perjuangan demokrasi, yang selalu hadir di setiap aksi unjuk rasa. Simbol tiga jari menjadi sangat popular dan menjadi salam perjuangan di kalangan aktivis dan masyarakat luas.
Salam tiga jari ini diilhami oleh gerakan demokratisasi di Thailand. Beberapa tahun sebelum pergolakan sipil melanda Myanmar, salam tiga jari sudah terlebih dulu muncul di Thailand pada demontrasi sipil 2014.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi