Persebaya vs Persija, Duel Dua Klub Raksasa yang Sedang Loyo

waktu baca 2 menit
Logo Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta (*)

JAKARTA-KEMPALAN: Pekan ke-22 Liga 1 musim 2023-2024 akan mempertemukan Persebaya dan Persija, dua klub besar yang sama-sama sedang dalam kondisi loyo. 

Laga antara kedua tim tersebut akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada hari Sabtu (9/12) sore WIB. 

Laga ini akan mempertemukan dua klub raksasa yang memiliki basis suporter dan prestasi luar biasa di Indonesia. 

Persija Jakarta memiliki 11 gelar juara liga yang pernah mereka raih di sepanjang sejarah klub tersebut. Sementara Persebaya Surabaya tak kalah luar biasa dengan enam gelar juara liganya. 

Namun, pada Liga 1 musim 2023-2024 ini, Persebaya dan Persija Jakarta tampak loyo. Kedua klub sangat sulit meraih kemenangan dan malah terjebak di papan tengah klasemen. 

Persija Jakarta saat ini hanya menempati peringkat kesembilan dengan catatan enam kemenangan, 10 kali imbang, dan lima kali kalah. 

Sementara Persebaya Surabaya lebih parah laga. Bajul Ijo menempati peringkat ke-14 dengan catatan enam kali menang, lima kali seri, dan delapan kali kalah. 

Persija Jakarta banyak mendapatkan kritik keras dari Jakmania, julukan suporter Persija, karena dinilai keliru dalam melakukan kebijakan transfer di awal musim.

Persija Jakarta hanya memiliki lima pemain asing saat mengawali BRI Liga 1 2023/2024. Padahal setiap klub memilih kuota enam pemain asing dengan catatan satu di antaranya pemain dari ASEAN.

Jakmania merasa Persija kebingungan dengan apa yang mereka lakukan. Itu terlihat dari keputusan manajemen klub untuk membawa kembali Marko Simic yang performanya sudah jauh menurun.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya mengalami juga.masalah yang tak kalah pelik. Bajul Ijo bermasalah di sisi kepelatihan, mereka sudah melakukan beberapa pergantian pelatih di musim ini, namun tak ada satupun yang berbuah hasil. 

Aji Santoso yang menukangi Persebaya sejak beberapa musim terakhir harus kehilangan pekerjaannya karena performa buruk tim di awal musim. 

Manajemen kemudian menunjuk sosok bernama Josep Gombau. Namun, Gombau pun tak bertahan lama. Pelatih asal Spanyol itu dipecat oleh manajemen Persebaya karena dinilai tak bisa meningkatkan performa tim.

Saat ini Persebaya Surabaya masih belum menemukan pelatih kepala baru. Uston Nawawi kembali dipekerjakan sebagai pelatih interim.

Lantas dengan berbagai masalah yang dialami kedua tim, patut ditunggu klub mana yang akan mampu bangkit dan meraih kekayaan di laga Sabtu sore nanti. 

(*) Edwin Fatahuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *