Jumat, 19 Juni 2026, pukul : 04:30 WIB
Surabaya
--°C

Mimpi

KEMPALAN: SETIAP rencana, angan-angan, cita-cita dan sejenisnya biasanya di awali dengan mimpi. Semua orang pasti pernah merasakan mimpi. Beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa mimpi merupakan bagian dari proses informasi dan juga emosi seseorang. Mimpi adalah gambaran acak yang diambil dari peristiwa-peristiwa dalam kehidupan nyata kita, mimpi dipengaruhi juga oleh kondisi tubuh dan pikiran kita saat itu. Menurut Sigmund Freud, bahwa mimpi ini tidak hanya berupa keinginan, tetapi ada motivasi dan proses berpikir di alam bawah sadar seseorang.

Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Sejak dahulu kala, mimpi diyakini sebagai petunjuk spiritual yang membawa seseorang memasuki dimensi yang berbeda. Mimpi adalah motivasi manusia yang tidak disadari. Ia adalah motivasi terselubung dan terendap di alam bawah sadar.

Rosulullah SAW bersabda, “Mimpi itu ada tiga. Mimpi baik yang merupakan kabar gembira dari Allah SWT, mimpi karena bawaan pikiran seseorang (ketika terjaga), dan mimpi menyedihkan yang datangnya dari setan. Jika kalian mimpi sesuatu yang tak kalian senangi, maka jangan kalian ceritakan pada siapapun, berdirilah dan bershalatlah.” (HR.Muslim).

Berdasarkan hadits tersebut dapat dipahami bahwa tidak semua mimpi yang dialami oleh seseorang dapat dijadikan sebagai petunjuk, sebab ada kemungkinan mimpi yang dialami bukan dari petunjuk Allah SWT, tapi karena bisikan setan atau tersibukkannya seseorang dalam memikirkan suatu objek tertentu sehingga objek itu terbawa dalam mimpi.

BACA JUGA  Mundur Selangkah, Maju Seribu Langkah

Dari setiap mimpi, banyak orang yang percaya bahwa mimpi yang dialaminya memiliki arti dan berkaitan dengan kehidupan nyata. Ada juga yang menganggap mimpi hanyalah bunga tidur. Mimpi juga bisa dianggap perkara gaib dan kebanyakan orang juga dilarang untuk mencari takwil mimpinya.

Para ulama pun telah menyepakati bahwa mimpi tidak bisa dijadikan hujjah atau dalil. Jadi mimpi hanyalah sebatas memberi kabar baik atau peringatan atau pelajaran. Selain itu, hanya mimpi yang baik-baik saja yang boleh diceritakan kepada orang lain, sesuai dengan hadist Nabi SAW, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik-baik saja atau diam. (HR. Bukhari & Muslim).

Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata dan diluar kuasa pemimpi. Pengecualianya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi itu masih berlangsung dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.

Lucid Dream dalam Islam hukumnya sama dengan mimpi pada umumnya asalkan ketika berada pada lucid dream, kita tidak mengatur mimpi tentang hal-hal yang melanggar dan keluar dari norma agama. lucid dream merupakan mimpi yang sejatinya mirip dengan mimpi-mimpi pada umumnya, hanya yang membedakan adalah pada saat lucid dream kita sadar bahwa kita sedang bermimpi dan jika memungkinkan kita bisa mengatur dan mengendalikan mimpi sesuka kita. Beberapa orang menjadikan lucid dream sebagai terapi untuk menghilangkan ketakutan dan ada juga yang menjadikannya sebagai motivasi ketika ia sedang tertidur dan menjalankannya ketika ia sudah terbangun dan beraktivitas.

BACA JUGA  Tragis!, Kericuhan Pecah di Jalan Sehat Tahun Baru Islam Pemprov Jatim, Kotak Undian Ditumpahkan Massa

Mimpi bisa beragam macamnya beraneka maknanya. Ada yang bermimpi melihat bulan, mimpi digigit ular, mimpi giginya copot, mimpi menikah sampai mimpi orang meninggal. Mimpi digigit ular misalnya. Ada yang mengartikan sebagai pertanda baik ada juga menjadi pertanda yang buruk. Menurut primbon jawa, arti dari digigit ular bisa memiliki arti baik atau buruknya tergantung bagaimana alur mimpi yang dialaminya.

Memiliki kemampuan untuk memahami arti dari mimpi termasuk salah satu bentuk keistimewaan. Salah satunya dibuktikan dari pemberian keistimewaan mampu menafsirkan mimpi dari Allah SWT kepada Nabi Yusuf AS. Mempelajari ilmu tentang tafsir mimpi bukanlah hal yang terlarang, bahkan oleh sebagian ulama termasuk antropolog terkemuka Muslim Ibnu Khaldun, ilmu ini dimasukkan dalam kategori ilmu syariat.

Saat ini banyak manusia yang hidupnya bertabur mimpi. Jika memiliki impian jangan biarkan cuma mimpi. Tekad dan niat yang kuat disertai ikhtiar pantang menyerah untuk mencapainya. Ingat !! Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.