Senin, 20 April 2026, pukul : 06:20 WIB
Surabaya
--°C

Ustaz Radikal

Pada urutan ketiga ada Ustaz Das’ad Latif asal Sulawesi Selatan yang terkenal dengan ceramahnya yang jenaka dan mengundang tawa. Dengan dakwahnya yang ringan dan lucu, Ustadz Das’ad mampu meraih subscriber 2,18 juta dan viewer 205 juta.

Ustad Khalid Basalamah, yang bikin heboh karena dianggap mengharamkan wayang, berada di posisi keempat dengan jumlah subsriber 2.12 juta, dan video views sebanyak 135 juta. Serangan dan rundungan akibat kasus wayang tidak membuat popularitasnya menurun, malah sebaliknya viewer di kanal Youtube-nya makin meningkat.

BACA JUGA: Janur Kuning

Ustad Adi Hidayat (UAH) yang terkenal dengan daya ingatnya yang mengagumkan berada di urutan ke-8 dengan jumlah subscriber sebanyak 920 ribu dengan video views mencapai 127 juta. UAH punya ciri khas daya hafal yang kuat hingga mampu menyampaikan urutan surat dan ayat Alquran, hingga posisi ayatnya di lembar Alquran.

Para ustaz itu mempunyai staregi dakwah yang berbeda-beda dan mempunyai pangsa pasar masing-masing. Dengan jumlah pelanggan yang besar dan penonton yang tinggi penghasilan para ustaz itu bisa menyamai youtuberyoutuber top Indonesia. Dengan penghasilan yang tinggi dari media sosial para ustaz itu menjadi lebih independen dalam menyampaikan dakwah.

Para ustaz yang berada pada top ranking 10 besar bisa dikategorikan sebagai modernis yang mendakwahkan pembaruan ajaran Islam. Banyak di antaranya yang dengan serta-merta digolongkan sebagai salafi dan wahabi yang kemudian didiskreditkan sebagai anti-nasionalisme.

Ketegangan antara gerakan Islam modernis dan tradisionalis sudah terjadi sejak sebelum masa kemerdekaan, ketika pengaruh gerakan pembaruan dari Timur Tengah mulai masuk ke Indonesia dengan dibawa oleh muslim yang baru pulang dari ibadah haji.

BACA JUGA: Angie

Gerakan pemurnian dan kebangkitan Islam ini diperkenalkan oleh Jamaludin Al-Afghani di Mesir melalui gerakan politik Pan-Isamisme. Kemudian ada Muhammad Abduh dari Mesir juga yang memperkenalkan pemurnian dan kebangkitan Islam melalui pendidikan. Di jazirah Arab muncul Muhammad bin Abdul Wahab yang mengajarkan pemurnian ajaran Islam dengan kembali kepada tradisi salaf era Nabi Muhammad saw.

Ajaran Al-Afghani dan Abduh membawa pengaruh di Indonesia dengan lahirnya gerakan pembaruan dan modernisme yang antara lain melahirkan organisasi Muhammadiyah pada 1912 yang berorientasi kepada pendidikan. Pada tahun yang sama HOS Tjokroaminoto mendirikan Sarikat Islam yang lebih berorientasi politik.

Gerakan pembaruan dan modernisme ini banyak berbenturan dengan tradisionalisme Islam yang masih mempraktikkan Islam sinkretik. Pada 1926 berdiri Nahdlatul Ulama (NU) yang lebih akomodatif terhadap praktik ibadah sinkretik ala Islam Jawa.

BACA JUGA: Monoloyo

Clifford Geertz membagi strata sosial masyarakat Jawa menjadi santri, priyayi, dan abangan. Kalangan santri lebih banyak mempraktikkan pemurnian Islam, sementara kelompok priyayi dan abangan masih setia dengan pengamalan Islam yang sinkretik yang berbaur dengan mistisisme Jawa.

Ketegangan itu berlanjut sampai sekarang dan mengakibatkan polarisasi yang lebar di antara para pengikunya. Ada kelompok cebong ada kelompok kadrun. Kegaduhan soal wayang adalah bagian dari rentetan ketegangan itu. Daftar ustaz radikal juga buntut dari ketegangan itu.

Polarisasi ini, tampaknya, sengaja dikelola menjadi industri politik yang bisa menghasilkan uang besar, terutama menjelang suksesi 2024 nanti. (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.