SURABAYA-KEMPALAN: Semenjak 24 Februari 2022, Rusia melakukan “operasi militer khusus” (atau agresi militer) ke dalam wilayah Ukraina yang diumumkan oleh Vladimir Putin, Presiden Rusia. Perang ini masih berjalan hingga sekarang.
Untuk melihat permasalahan ini lebih mendalam, Kempalan.com melakukan wawancara dengan Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Dr. Vasyl Hamianin pada Minggu (6/3).
Pada awal pembicaraan, sang dubes menjelaskan sejarah Ukraina semenjak masa Kyivan Rus yang menurutnya, secara genetik berbeda dengan etnik Rus yang ada di Moskow. Kisah ini berlanjut kepada masa Perang Dunia Kedua dan era Uni Soviet yang mana Rusia selalu berusaha mengganggu Ukraina.
Dalam perbincangan, sang dubes sempat membahas sastrawan ternama, Nikolai Gogol, yang mana kebetulan juga ayah Vasyl berasal dari kota yang sama dengan Gogol, yakni Poltava. Menurutnya, walaupun Nikolai menulis dalam Bahasa Rusia namun justru mengkritik terhadap negara tersebut melalui karyanya.

Berkaitan dengan kasus yang terjadi di Ukraina sekarang, Vasyl menjelaskan bahwa peperangan ini adalah tentara melawan masyarakat biasa, karena Rusia tidak bisa mengalahkan pasukan Ukraina maka mereka membunuh penduduknya.
Permasalahan Ukraina dan Rusia ini berawal dari wilayah yang disebut Donbass yang katanya ingin memerdekakan diri, namun Vasyl menjawab bahwa kawasan itu tidak ingin memerdekakan diri, seraya menyarankan untuk mirror the Russian truth, karena apa yang disampaikan oleh Rusia berbeda dengan fakta yang ada.
Ia menyampaikan, di wilayah itu memang banyak orang yang menggunakan bahasa Rusia, terutama di perkotaan, namun mereka yang mengaku sebagai pengurus pemerintahan Donbass adalah warga negara Rusia, bukan Ukraina, hanya sebagian kecil yang ingin merdeka di wilayah itu sementara sebagian besar memilih untuk tetap menjadi bagian Ukraina.
“Tujuan Vladimir Putin bukanlah (menyerang) NATO, apa yang ia inginkan hanyalah mengembalikan Ukraina ke dalam Kekaisaran Rusia, Uni Soviet atau apapun sebutannya. Saya rasa hal ini tidak akan terjadi, karena jika Anda membuat marah sebuah bangsa, mereka tidak akan (memilih) kembali kepadamu,” tutur Dubes Ukraina itu.
Permasalahan ini menjadi…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi