LUSAIL-KEMPALAN: Ambisi pebalap juara bertahan MotoGP Fabio Quartararo naik podium teratas musim ini sudah langsung diuji pada seri pertama di Grand Prix Qatar. Karena Quartararo harus melewati jalan berliku untuk mendapatkan grid terbaik dalam sesi balapan Minggu.
Gara-gara hasil akumulasi pencapaiannya dalam free practice (FP) 1, 2, dan 3 masih berada di luar 10 Besar maka Quartararo pun harus merelakan menjalani sesi kualifikasi dari Q1. Bukan ke Q2 langsung seperti yang biasanya dijalani pebalap-pebalap top.
BACA JUGA: Belajar dari Tes Pramusim, Ini Yang Dilakukan Sebelum MotoGP 2022
Keberhasilannya mencapai posisi keempat dalam FP3 pada Sabtu petang (5/3) tak bermakna apa-apa baginya. El Diablo (julukan Quartararo) pun jadi pebalap juara bertahan pertama sepanjang sedekade terakhir yang harus mengawali sesi kualifikasi dari Q1.
Dalam edisi yang sebelumnya, hanya Marc Marquez yang tak bisa masuk ke Q2 dalam MotoGP dua musim yang lalu. Bedanya, dalam FP3 ketika itu Marquez mengalami kecelakaan hebat yang membuatnya absen dalam sesi kualifikasi dan seri-seri awal balapan musim itu karena cedera.
BACA JUGA: Yamaha Utamakan Tes Pramusim MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika
Dengan terdegradasi ke Q1, maka maksimal grid yang dapat dicapai Quartararo hanya dari grid ke-13 dan ke belakang. Kecuali apabila Quartararo mampu menandai perjalanannya pada sesi Q1 ini dengan finis di dua besar terdepan.
Peluang itulah yang mampu dimanfaatkan Quartararo. Dia mampu finis di posisi kedua dalam Q1. Quartararo finis di belakang pebalap Red Bull KTM Factory Racing Brad Binder. Pebalap 22 tahun itu pun berhak dengan satu tiket lolos ke Q2 bersaing dengan ke-11 pebalap lainnya.
BACA JUGA: Yamaha Mulai Jajal Winglet Baru, Quartararo Sebut Salah Tempat Tes
Hasilnya, Quartararo hanya mampu menempati posisi ke-11 dengan catatan waktu tercepatnya di 1 menit 53,635 detik. Uniknya, posisi Quartararo berada satu setrip di depan rekan setimnya Franco Morbidelli dengan selisih 0,347 detik dari Quartararo.
Padahal, ketika Quartararo harus turun kasta setelah FP3 dengan harus bersaing melewati Q1, Morbidelli sudah terlebih dahulu lolos ke dalam Q2. Quartararo pun kembali ke periode awal musim terburuknya selama membela Yamaha.
Tiga musim pertama bersama Yamaha, mentok dia hanya terlempar ke posisi kelima di starting grid awal musim. Itu pun pada musim pertamanya, 2019. Setelah itu dia belum pernah sekalipun menghilang dari posisi dua besar starting grid balapan awal musim. (Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi