Setidaknya, anda bisa menyaksikan sendiri ketika memasuki Pendopo Keraton Sumenep, suasana terasa perpaduan aura kewibawaan. Dari kasat mata hanya terlihat beberapa bangunan keraton yang tetap tegar dan tegak berdiri, aksesoris perpaduan seni budaya Jawa, Islam, China dan Eropa.
Meski berusian 200 tahun lebih karena dibangun pada masa pemerintahan Panembahan Sumolo. Aura dan kharisma Keraton Sumenep masih tampak memancar.
Aura berkharisma adiluhung yang terasa hingga saat ini dipahami oleh para ahli metafisika diyakini ada benda ghaib (mistis) yang tersimpan di dalam keraton. Benda ghaib itu berupa keris atau pusaka yang dipercaya memiliki khasiat tinggi untuk menjaga kewibawaan keraton dan warga Sumenep.
Dalam kacamata teknologi modern, keris juga sama dengan benda/barang teknologi yang fungsinya sesuai si pembuat. Seperti, modem dibuat dengan fungsi menjadi pemancar jaringan internet.
BACA JUGA: Kisah Seorang Mursyid Didatangi Syaikhona Bangkalan
Begitu juga keris yang disimpan di area Keraton Sumenep, menurut para ahli metafisika dicipta untuk memancarkan aura kharisma dan kedamaian (pengasih). Sebagaimana hasil cipta si empu yang diletakkan di dalam keris.
Jika ditanya, berapa daya aura kharisma dan pengasih itu memancar dari keris pendopo Keraton Sumenep? Para ahli keris Sumenep tak menjelaskan secara digit. Yang pasti, kata para ahli, keris yang disimpan dalam keraton Sumenep itu dicipta oleh empu andal Sumenep. Anda bisa tebak, empu andal Sumenep tempo dulu dalam mencipta barang-barang mistis. Sebagaimana kisah Jokotole dalam ikut membangun gerbang Kerajaan Majapahit, penguasa lahirnya Nusantara.
Satu lagi yang bisa menjadi pembanding rasionalitas dalam konteks jangkauan aura keris, bisa dibandingkan dengan jangkauan alat teknologi (modem) dalam mengirim koneksi jaringan internet.
Lalu, apa yang bisa dipetik dari aura Keraton Sumenep dalam magic politik? Saya menafsiri, suasana Keraton Sumenep yang memantulkan aura itu sebatas petunjuk bahwa kekuatan magic politik masih tersimpan rapi di Bumi Sumenep.
Hanya saja, keberadaan pewaris si empu andal Sumenep itu tersembunyi. Sosoknya menghindar dari hiruk pikuk kehidupan modern.
Begitu kata kura-kura dalam perahu.. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi