Apakah kekuatan supranatural bisa berlaku dalam meraih kekuasaan era saat ini? Secara substansi juga masih berlaku. Hanya saja formatnya yang berbeda.
Jika dulu, kekuasaan diraih melalui perang fisik dan perang mistis. Saat ini, kekuasaan direbut dengan strategi teknis yang diatur dalam koridor sistem kepemiluan yang ditentukan dalam UU Pemilu.
Jika tak memiliki kemampuan di atas alami, sulit si kontestan politik saat bisa merebut kekuasaan dengan cara natural. Sebab, para kontestasi sudah menyiapkan segenap kekuatan, baik yang terlihat kasat mata dan bisa dilihat mata bathin (mistis).
Praktik para kontestan itu diwujudkan dalam formula modern melalui lembaga konsultan politik yang lagi trend jelang event-event politik. Salah satunya framing dalam mewujudkan nilai citra kontestan. Branding calon (kontestan) dicipta sedemikian rupa agar pemilih terpikat. Saat jatuh hati, peluang menjatuhkan pilihan saat hari pemilihan itu sebagai penentu. Ini hanya salah satu teknis.
Dalam konteks mencipta dan merawat citra branding menggunakan kekuatan supranatural (mistis) agar aura citra diri si kontestan lebih mempesona. Kekuatan aura cinta, suka, senang dan rindu khusus dicipta agar menjadi kesukaan publik kepada si calon (kontestan).
Kekuatan aura itu bersiap abstrak, tapi nyata. Sebab, jiwa-jiwa yang hidup bisa menyaksikan dan merasakannya. Bagi yang terkoneksi terungkap melalui untaian kata dan sikap suka, senang dan rindu atas si calon.
BACA JUGA: Kader Banteng di Kandang NU
Wajar jika para calon itu menjadi pemimpin terlihat ada magnet (daya tarik). Meski magnet itu dipengaruhi banyak faktor. Setidaknya, publik merasakan magnet yang beda secara subjektif. Itu terlihat pada pemimpin mulai dari level paling bawah, seperti kades, Bupati, Gubernur, Menteri dan Presiden.
Itulah barangkali yang dimaksud magic politik yang tersimpan di Pendopo Keraton Sumenep. Aura kewibawaan ditampakkan dan bisa menjadi pembeda dibanding bangunan-bangunan modern lainnya di kota-kota besar.
Aura kewibawaan yang beda dalam nuansa lingkungan Pendopo Keraton dan Rumah Dinas Bupati Sumenep (meski bangunan baru dibangun) begitu terasa. Pembeda itu hanya bisa dirasakan, bukan dilihat oleh mata telanjang. Suasananya juga menyimpan nilai kedamaian hingga ke relung jiwa.
Apa yang melahirkan magic politik di Pendopo Keraton Sumenep itu? Banyak faktor. Tergantung sudut pandang dan kemampuan membacanya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi